Hidup Tanpa Khawatir

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku ytk.dalam Kristus Tuhan. Hidup kita dewasa ini, selalu dihadapkan dengan sesuatu yang tidak pasti. Oleh karena itu, tidak jarang kita dihantui oleh kekhawatiran, kecemasan. dan kegelisahan. Namun, jika kita sungguh-sungguh beriman dan percaya kepada Tuhan, maka tidak perlu terjadi hal demikian. Sebab, Tuhan selalu ada beserta kita. Dia ada sejauh doa kita. Maka, serahkan kekhawatiran, kecemasan dan kegelisahan kita kepada-Nya.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 6: 24 – 34, yakni hal kekhawatiran. Para saudaraku, kekhawatiran adalah beban yang sering kita pikul: tentang pekerjaan, kesehatan, masa depan, bahkan keluarga. Yesus tahu persis pergumulan itu. Karena itu Ia berkata: “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan… Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Kekhawatiran muncul ketika kita menaruh kepercayaan pada hal-hal fana, bukan pada Allah.Yesus mengajak kita belajar dari burung di langit dan bunga di padang. Burung tidak menimbun, tetapi tetap diberi makan. Bunga tidak menjahit, tetapi lebih indah dari Salomo. Jika Allah memelihara ciptaan yang fana, apalagi kita yang adalah anak-anak-Nya. “Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” Kuncinya jelas: “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Prioritas pada Allah membebaskan kita dari khawatir, cemas, gelisah dan takut. Dunia berubah, tetapi Bapa tetap setia. Karena itu Yesus menutup dengan bijak: “Janganlah kamu khawatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Petrus meneguhkan pesan ini: “Serahkanlah segala kekhawatiran mu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Ptr.5: 7). Hidup tanpa khawatir bukan berarti tanpa masalah, tetapi berarti menyerahkan semua beban kepada Tuhan yang setia. Yesus bersabda: Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, maka Aku akan memberikan kelegaan kepadamu (Mat. 11: 28).

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, jekhawatiran tidak menambah umur, justru menggerogoti hidup kita. Tetapi iman sederhana membawa damai yang melampaui akal. Maka hari ini, lepaskanlah bebanmu, serahkanlah kepada Tuhan. Ia yang memberi makan burung dan menghiasi bunga, Ia juga memelihara hidup kita.Bersama Dia, kita kbisa menjalani hidup tanpa khawatir. Hari ini cukup, besok pun akan ada anugerah baru. Damai sejahtera Kristus akan menjaga hati dan pikiran kita, karena Ia peduli, Ia hadir, dan Ia cukup.

Pertanyaan Refleksi

1. Apa hal yang paling sering membuat saya khawatir, cemas, takut dan gelisah, dan apakah itu sudah menjadi “tuan” dalam hidup saya?
2. Bagaimana saya bisa meneladani sikap sederhana burung dan bunga yang bergantung penuh pada Allah tanpa rasa cemas?
3. Apakah saya sungguh sudah menyerahkan beban hidup saya kepada Tuhan, atau masih berusaha memikulnya sendiri?

Selamat berefleksi…& Selamat berakhir pekan🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, hari ini aku datang kepada-Mu dengan segala beban hidupku. Engkau berfirman: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Aku menyerahkan segala kekhawatiran, dan kecemasanku ke dalam tangan-Mu, sebab Engkau yang memelihara aku. Berikanlah damai-Mu yang melampaui akal, agar aku dapat hidup tanpa khawatir, percaya penuh pada kasih-Mu. Amin.