EXPONTT.COM – Proyek pembangunan jembatan gantung milik Hotel Ngalung Kalla di Desa Patiala Dete, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) memakan korban saat dikerjakan.
Insiden tersebut terjadi pada pada Selasa, 12 Mei 2026 dan menyebabkan satu pekerja meninggal dunia dan tiga pekerja lainnya mengalami luka-luka akibat jatuh dari jembatan yang tingginya diperkirakan 15 meter.
Kapolsek Lamboya, Ipda Horacio Correia Gama Do Rego, menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA saat para pekerja sedang mengerjakan konstruksi jembatan gantung.
Kronologi
Kecelakaan bermula ketika tali sling atau tali penahan bagian bawah jembatan tiba-tiba putus.”Jembatan tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 10 sampai 15 meter dan mengakibatkan para korban turut terjatuh,” ujarnya pada Kamis, 14 Mei 2026.
Melihat kejadian itu, sejumlah pekerja lainnya yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya menolong korban sebelum melaporkan kejadian itu kepada manajemen hotel. Para korban kemudian dievakuasi ke RSUD Waikabubak untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi mencatat para korban mengalami luka dan patah tulang akibat benturan keras saat jatuh.”Satu korban dilaporkan meninggal dunia pasca terluka,” tambah Kapolsek.
Kapolsek Lamboya menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti putusnya tali sling jembatan tersebut.
Wakil Bupati Sumba Barat, Thimo Ragga telah meninjau lokasi kejadian sekaligus meminta pembangunan jembatan dihentikan sementara sampai proses hukum selesai.
Ia menilai desain jembatan perlu dievaluasi karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi lapangan dan berpotensi membahayakan keselamatan pekerja maupun pengguna.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat meminta pembangunan kembali jembatan nantinya harus memenuhi standar keamanan dan kualitas konstruksi agar kejadian serupa tidak terulang.(*)




