EXPONTT.COM, KUPANG – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Pemerintah Provinsi NTT dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Flobamor fokus untuk membenahi pengelolaan bisnis yang dijalankan agar bisa bangkit dari kerugian yang sudah terjadi dari tahun ke tahun di kepengurusan yang lama.
Hal itu disampaikan Komisi III DPRD saat rapat koordinasi dengan PT Flobamor Perseroda dan Biro Perekonomian Setda Pemerintah Provinsi NTT selaku organisasi pendamping BUMD, Jumat, 10 Juli 2026.
Anggota Komisi III DPRD NTT, Filmon Loasana, usai rapat menyebut, sesuai dengan perda yang telah disetujui, tahun ini PT Flobamor mendapatkan modal tambahan sebesar Rp12 miliar dari Pemprov NTT yang penyertaannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Politisi PSI ini mengatakan, dengan komisaris dan direksi PT Flobamor yang baru serta adanya penyertaan modal ini harus menjadi momentum bagi PT Flobamor untuk comeback dari kerugian di tahun-tahun yang lalu. “Kita harapkan ada terobosan baru,” ujarnya.
Dalam rapat, disebutkan PT Flobamor memaparkan sebanyak delapan rencana bisnis dengan sejumlah core bisnis baru, namun kata, Filmon, komisi III hanya merekomendasikan ke PT Flobamor untuk fokus ke dua core bisnis yang bisa menguntungkan.
“Kami sepakat merekomendasikan dua core bisnis yang bisa menguntungkan dari delapan itu, kami tegaskan agar PT Flobamor memilih core bisnis yang jangan jangkauannya luas, sehingga bisa fokus,” tegasnya.
Komisi III DPRD NTT juga meminta PT Flobamor harus bekerja keras membangun kepercayaan publik agar bisa berkembang dan maju, termasuk menghapus praktik-praktik KKN dalam tubuh PT Flobamor, serta membuat road bisnis yang matang dengan proyeksi yang jelas.
Diwawancari terpisah, Kepala Biro Perekonomian Setda Pemerintah Provinsi NTT, Selfi Nange, mengatakan, dalam rapat dengan Komisi III, telah disepakati PT Flobamor akan fokus ke dua bisnis yang sudah ada yakni, bisnis perhotelan yakni Hotel Sasando dan perkapalan.
“Sesuai rapat, kita fokuskan ke yang sudah ada, seperti Hotel Sasando untuk kita kembangkan dan perkapalan, karena kita sudah punya kapal walaupun kemarin merugi. Itu yang difokuskan, sehingga bisa berkontribusi ke PAD (Pendapatan Asli Daerah),” jelas Selfi Nange.
Lebih lanjut, Selfi Nange mengatakan, pihaknya mendorong PT Flobamor segera membuat road bisnis sesuai rencana bisnis yang sudah dipaparkan mengingat waktu yang cukup terbatas di tahun 2026 ini. “Harus fokus kepada rencana bisnis apa yang mau dilaksanakan,” tambah Selfi.
Dengan jajaran komisaris dan direksi yang baru serta penyertaan modal di tahun ini, Pemprov NTT optimis PT Flobamor akan menjadi BUMD yang produktif, menjadi motor pembangunan ekonomi daerah dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.(*)




