Konferda II PA GMNI NTT Jadi Ruang Konsolidasi Kader dan Perlawanan terhadap Neo-Kolonialisme

Yoseph Dasi Jawa Dorong PA GMNI Perjuangkan NTT Jadi Provinsi Kepulauan

Konferda DPD PA GMNI NTT, Sabtu, 18 Juli 2026 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni GMNI Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Konferensi Daerah (Konferda) II di Sasando Hotel Kupang, Sabtu, 18 Juli 2026.

Konferda yang merupakan musyawarah tertinggi di tingkat daerah ini digelar untuk memilih ketua DPD PA GMNI NTT periode 2026-2031.

Mengangkat tema “Bersatu Lawan Neo-Kolonialisme”, Konferda yang dirangkai dengan Sarasehan Kebangsaan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI, Abdy Yuhana dan turut dihadiri Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira serta juga delegasi pengurus cabang dari 22 kabupaten/kota se-NTT.

Dalam sambutannya, Abdy Yuhana, mengatakan, DPD PA NTT sebagai salah satu yang paling solid dengan para kader yang saat ini menduduki jabatan-jabatan strategis di lembaga-lembaga independen dan publik di NTT. “Semua menunjukan elsistensi dan memperlihatkan bahwa benar-benar PA GMNI ini adalah sumber kader bagi ruang kebangsaan,” ungkapnya.

Abdi mengajak seluruh kader PA GMNI di NTT untuk selalu merapatkan barisan untuk memperkuat organisasi. “Intinya harus kita jaga organisasi PA GMNI, di NTT sudah sangat luar biasa. Jaga konsistensinya, sehingga menjadi sentral bagi kader-kader,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PA GMNI NTT, Yoseph Dasi Jawa, dalam sambutannya menyampaikan kritik terhadap pemerintah pusat dan pemerintah daerah saat ini yang tidak melaksanakan pembangunan secara adil, seperti apa yang telah ditanamkan para pendahulu.

Misalnya NTT yang saat ini hanya dihitung wilayah daratannya seluas 46 ribu kilometer persegi dan melupakan luas keseluruhan sebagai provinsi kepulauan dengan luas total 2 juta kilometer persegi. “Karena sesungguhnya kemiskinan NTT karena kita malas-malasan, tetapi karena kita tidak diperlakukan adil oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Untuk itu dirinya menegaskan, PA GMNI harus memperjuangkan NTT ditetapkan sebagai provinsi kepulauan. “Kalau kita bisa perjuangkan NTT menjadi provinsi kepulauan, maka kita bisa membagi kue pembangunan nasional secara adil di provinsi seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengkritisi kebijakan efisiensi oleh pemerintah pusat yang mencekik masyarakat di tingkat daerah.

“Daerah diminta untuk efisien, sementara pemerintah pusat dengan perencanaan yang tidak jelas dengan struktur yang gemuk dan boros mereka menari di atas pendetitaan daerah,” ujarnya.

Dirinya berharap momen konferda bisa menjadi ruang diskusi dan perjuangan dari daerah untuk pembangunan negara. “Sehingga bisa memicu kita untuk bagaimana kita berdiskusi warisan nilai dari Bung Karno. Kita kembangkan harapan baru dari NTT,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Konferda II DPD PA GMNI NTT masih berlangsung untuk pemilihan Ketua DPD PA GMNI NTT periode 2026-2031.(*)