Ia juga menekankan pentingnya dukungan seluruh sivitas akademika terhadap implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi, khususnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak menjadi duta integritas yang aktif menyuarakan nilai-nilai anti korupsi, anti perundungan, dan anti narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Kami yakin mahasiswa adalah generasi yang mampu menjadi teladan dan penggerak perubahan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan kampus yang bebas dari kekerasan, bebas dari narkoba, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, PIC Humas dan Satgas PPKPT LLDIKTI Wilayah XV, Jasinta Florentina Pabha Swan, menyampaikan sosialisasi mengenai Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), khususnya implementasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Kegiatan ini juga menghadirkan Kasubdit Tipikor Polda Nusa Tenggara Timur, AKBP Dr. Kadek Hery, SH., S.IK., MH., yang membawakan materi bertajuk “Sinergi Mahasiswa dan Aparat Penegak Hukum untuk Kampus yang Aman dan Bermartabat.”
Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dimulai dari penindakan hukum, tetapi juga dari pembentukan karakter dan kesadaran diri setiap individu.
“Integritas adalah keselarasan antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan. Ketika seseorang tetap melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi, di situlah integritas tumbuh,” jelasnya.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia, sehingga budaya anti korupsi perlu ditanamkan sejak berada di lingkungan kampus.
Selain itu, narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maria Gelo Lodo dan Sony Djahamouw, turut memberikan sosialisasi program SIBERSEHAT yang bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap penggunaan ruang digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, LLDIKTI Wilayah XV berharap budaya integritas dapat terus tumbuh di lingkungan perguruan tinggi dan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan dunia pendidikan tinggi yang bersih, transparan, dan bermartabat.(*)




