EXPONTT.COM – Solidaritas mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menguat pascagempa yang mengguncang wilayah Flores, NTT.
Ikatan Mahasiswa Nusa Tenggara Timur-Sumbawa (IKMAN-SUMBAWA) bersama sejumlah Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menggalang dana selama tiga hari untuk membantu warga terdampak gempa di daerah asal mereka.
Ketua Umum IKMAN-SUMBAWA, Manja Saputra A. Kari, mengatakan aksi solidaritas tersebut berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp32.085.500.
“Alhamdulillah, selama penggalangan dana selama tiga hari, total dana yang terkumpul sebesar Rp32.085.500,” ujar Manja Saputra A. Kari.
Manja menyampaikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Daerah (Organda) Mahasiswa NTT-Sumbawa dan ORMAWA UTS yang turut menguatkan aksi tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada media yang membantu menyebarluaskan informasi terkait penggalangan dana.
Menurut Manja, mahasiswa NTT yang berada di Sumbawa memiliki kepedulian kuat terhadap kondisi masyarakat di kampung halaman. Kepedulian tersebut kemudian mendorong mereka mengajak sejumlah elemen mahasiswa di Sumbawa untuk ikut bergerak.
Aksi tersebut pun berkembang menjadi gerakan solidaritas bersama. Mahasiswa NTT dan mahasiswa UTS turut mengambil bagian dalam menggalang bantuan bagi warga terdampak gempa.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada teman-teman media dan seluruh elemen Mahasiswa NTT yang berada di Sumbawa. Kami juga berterima kasih kepada seluruh Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa,” katanya.
Fokus Bantuan Sembako
IKMAN-SUMBAWA menggalang bantuan dalam bentuk uang. Mereka tidak membuka donasi berupa pakaian, makanan, obat-obatan maupun kebutuhan lainnya.
Dana yang terkumpul selanjutnya akan digunakan untuk membeli kebutuhan pokok bagi warga terdampak gempa.
Keputusan tersebut diambil setelah IKMAN-SUMBAWA berkoordinasi dengan sejumlah pihak di NTT untuk memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Sejumlah kader IKMAN-SUMBAWA juga berada di lokasi bencana. Mereka merupakan mahasiswa aktif Universitas Teknologi Sumbawa yang akan terlibat langsung dalam proses penyaluran bantuan.
Manja mengatakan, para kader tersebut akan bekerja sama dengan pemuda desa untuk membeli kebutuhan pokok sesuai kondisi masyarakat di lapangan.
“Di lokasi bencana ada beberapa kader IKMAN – SUMBAWA yang merupakan mahasiswa aktif Universitas Teknologi Sumbawa. Mereka akan menjadi relawan dan bekerja sama dengan pemuda desa untuk membeli sembako,” jelasnya.
Menurut Manja, keterlibatan kader yang berada langsung di lokasi dapat mempercepat proses penyaluran bantuan. Selain itu, mereka dapat melihat dan memastikan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Tidak Buka Donasi Lanjutan
Setelah menyelesaikan penggalangan dana selama tiga hari, IKMAN-SUMBAWA memutuskan tidak membuka donasi lanjutan.
Manja menjelaskan, pihaknya kini fokus menyalurkan dana yang telah terkumpul agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga terdampak gempa.
“Kami tidak melanjutkan atau membuka penggalangan dana baru untuk korban gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur. Untuk saat ini, kami fokus menyalurkan bantuan yang sudah terkumpul,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.
Manja juga mengajak berbagai pihak untuk terus memperkuat koordinasi dalam membantu masyarakat terdampak. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, organisasi sosial dan kelompok mahasiswa.
Gerakan solidaritas mahasiswa tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian mahasiswa perantau terhadap kampung halaman.
Dari Sumbawa, mahasiswa NTT mengirimkan dukungan bagi masyarakat Flores melalui bantuan yang diarahkan langsung untuk memenuhi kebutuhan warga di lokasi terdampak gempa.(*)




