EXPONTT.COM, KUPANG – Pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak cukup hanya dengan bertambahnya infrastruktur berupa gedung, jalan, maupun fasilitas publik lainnya. Pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia, terutama karakter, moral dan nilai kebersamaan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Selasa, 23 Juni 2026 malam.
Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual dari Jakarta, Melki menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak bangunan yang berdiri atau panjang jalan yang telah dibangun.
Menurutnya, pembangunan fisik harus memiliki keseimbangan dengan pembangunan sumber daya manusia yang memiliki nilai keimanan, integritas, serta kepedulian terhadap sesama.
“Pembangunan gedung dan jalan memang penting, tetapi semuanya tidak akan berarti apabila tidak dibarengi dengan pembangunan karakter manusia. Manusia yang memiliki nilai moral akan menjadi fondasi utama kemajuan daerah,” ujar Melki.
Menurutnya, MTQ bukan hanya sebuah kompetisi dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan memiliki makna yang lebih luas sebagai sarana pembinaan generasi muda dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Melki menyebut nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sangat relevan dalam kehidupan masyarakat modern.
“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. Ini adalah wadah pembinaan umat sekaligus sarana menanamkan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Gubernur NTT juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi tahun ini. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukkan kesiapan daerah sekaligus kekuatan masyarakat dalam menjaga persaudaraan.
Meski tidak hadir langsung karena harus menyelesaikan agenda nasional bersama pemerintah pusat di Jakarta, Melki tetap memberikan perhatian terhadap pelaksanaan MTQ yang diikuti oleh kafilah dari 22 kabupaten/kota se-NTT.
Ia melihat kehadiran ribuan peserta dan masyarakat dalam kegiatan tersebut sebagai gambaran bahwa keberagaman di NTT dapat menjadi energi positif dalam pembangunan.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni mengatakan keberagaman agama, budaya, dan tradisi merupakan kekuatan besar yang dimiliki masyarakat NTT.
Menurut dia, kehidupan masyarakat NTT selama ini telah menunjukkan bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk membangun daerah bersama-sama.
“Perbedaan adalah bagian dari kekayaan kita. Kita tidak perlu menyembunyikannya, karena justru dari perbedaan itu kita saling belajar, saling menghargai, dan saling menguatkan,” ujar Nomleni.
Ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ di Nagekeo menjadi bukti nyata bahwa semangat toleransi antarumat beragama terus tumbuh dan terpelihara.
Emi Nomleni juga memberikan perhatian khusus terhadap peran perempuan dalam menjaga budaya NTT. Dalam pidatonya, ia mengapresiasi para perempuan penenun yang selama ini bekerja dengan penuh ketekunan dalam menghasilkan kain tenun yang menjadi identitas daerah.
Menurutnya, karya para penenun tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan sejarah, filosofi, serta pesan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pelaksanaan MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Nagekeo diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat sekaligus melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan dan karakter kuat.
Pemerintah daerah berharap para peserta MTQ tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan sosial.
Dengan fondasi moral yang kuat, generasi muda NTT diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.(***)




