EXPONTT.COM, KUPANG – Sebanyak 119 administrator media sosial dari seluruh unit kerja Pemerintah Kota Kupang mengikuti Workshop Pengelolaan Media Sosial dan Produksi Konten yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kupang, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas administrator dalam mengelola media sosial pemerintah sebagai sarana komunikasi dan penyebarluasan informasi publik.
Para peserta mendapat materi manajemen media sosial dan pembuatan infografis yang disampaikan Doniarto Taosu, serta teknik pembuatan video untuk konten media sosial oleh Kenny Perulu.
Sementara Kepala Diskominfo Kota Kupang memberikan materi mengenai Pedoman Media Sosial Pemerintah Kota Kupang dan etika bermedia sosial bagi administrator.
Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan kecepatan arus informasi saat ini menuntut pemerintah tidak hanya bekerja, tetapi juga mampu menjelaskan, mendengar dan mudah diakses masyarakat.
“Masyarakat membutuhkan pemerintah yang mau menjelaskan, mendengar dan mudah diakses,” kata Hengky.
Menurutnya, informasi pemerintah harus disampaikan secara cepat tanpa mengorbankan ketepatan dan kejelasan. Konten juga harus menarik dan kreatif, tetapi tetap mempertahankan substansi, etika dan tanggung jawab.
Hengky menilai setiap tulisan, foto maupun video yang dipublikasikan pemerintah dapat memengaruhi cara masyarakat melihat pemerintah.
Karena itu, media sosial pemerintah tidak boleh hanya menjadi ruang untuk menyampaikan kegiatan yang telah dilakukan, tetapi juga harus dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan publik.
“Saya berharap setelah workshop ini jangan hanya semakin banyak konten yang diproduksi, tetapi semakin banyak konten yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia mendorong administrator menghasilkan konten yang membantu masyarakat memahami program pemerintah, menjawab kebutuhan informasi, membuka ruang dialog serta menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Hengky juga meminta para administrator tidak takut berkreasi dengan menghadirkan pola komunikasi yang lebih sederhana, dekat dan humanis.
Ia berharap 119 administrator tersebut dapat menjadi satu kekuatan komunikasi Pemerintah Kota Kupang dengan standar pengelolaan yang semakin baik, visual yang menarik, informasi yang akurat dan komunikasi yang responsif.
“Kita memang menargetkan peningkatan kapasitas ini agar pengelolaan media sosial pemerintah semakin profesional, kreatif, informatif dan bertanggung jawab,” katanya.
Hengky juga mengingatkan agar workshop tidak berhenti pada teori. Peserta diminta aktif bertanya, berdiskusi dan mempraktikkan materi yang diperoleh.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan diukur dari banyaknya materi yang didengar, tetapi dari kemampuan baru yang dapat dibawa pulang dan diterapkan di masing-masing unit kerja.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kota Kupang berharap kapasitas administrator semakin meningkat sehingga informasi publik yang disampaikan pemerintah dapat lebih cepat, tepat, akurat, mudah dipahami dan mudah diakses masyarakat melalui berbagai platform media sosial.(*)




