Perkataan – Nya Penuh Kuasa

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Perkataan Yesus penuh wibawa dan kuasa. Dia bersabda, maka semua terjadi.Orang sakit, lumpuh, bisu, tuli, kusta, orang mati dihidupkan, bahkan setan taat kepada -Nya. Sedangkan perkataan kita, mungkin lebih banyak menyakiti, melukai hati dan perasaan sesama.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 4: 31 – 37, yakni Yesus dalam rumah ibadat di Kapernaum. Para saudaraku, di sinagoga Kapernaum, orang-orang takjub: Yesus berbicara bukan seperti ahli Taurat, melainkan dengan wibawa yang lahir dari diri-Nya sendiri. Setiap kata-Nya membawa daya yang nyata, menyembuhkan, membebaskan, bahkan menghardik roh jahat. Firman-Nya bukan sekadar suara, melainkan kuasa yang mengubah realitas. Kontras dengan perkataan kita manusia: sering manis di bibir, tetapi kosong di HATI. Kita berkata “aku ingin berubah” namun tetap sama; berkata “aku percaya” namun masih cemas; berkata “aku memaafkan” namun luka tetap membekas. Dunia penuh dengan kata-kata yang dangkal, asal bunyi, bahkan melukai sesama. Banyak kali kita bicara dulu baru berpikir, padahal seharusnya berpikir dahulu baru bicara. Di tengah kebisingan itu, perkataan Yesus tetap teguh. Firman-Nya kekal, HIDUP, dan berkuasa. Ia menembus HATI, memulihkan jiwa, dan membangkitkan iman. Firman yang dulu mengusir roh jahat, yang dulu membangkitkan orang mati, masih berbicara hari ini. Saat kita membaca Alkitab atau berdoa, kita tidak sekadar mendengar kata-kata, melainkan kuasa yang sanggup mengubah hidup. Maka, kita diajak belajar dari Sang Guru Sejati: menjaga perkataan kita, agar tidak asal bunyi, melainkan lahir dari HATI yang jernih dan pikiran yang matang. Sebab kata-kata kita bisa melukai, tetapi juga bisa menyembuhkan. Firman Kristus mengajarkan bahwa perkataan sejati adalah yang membangun, menguatkan, dan membawa damai.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, dunia akan terus dipenuhi kata-kata yang menyesatkan, dangkal, dan fana. Namun ada satu perkataan yang tidak pernah pudar: Firman Yesus Kristus. Firman yang mencipta, menyembuhkan, membebaskan, dan menyelamatkan. Hari ini, biarlah kita tidak hanya mendengar, tetapi menghidupi perkataan-Nya. Jadikan firman sebagai dasar keputusan, terang di jalan, dan kekuatan saat lemah. Belajarlah menata kata-kata kita agar mencerminkan Sang Firman, bukan sekadar bunyi, melainkan daya yang membawa hidup. Karena pada akhirnya, semua suara manusia akan lenyap. Hanya perkataan Tuhan yang kekal. Dialah satu-satunya Firman yang berkuasa mengantar kita pulang ke rumah Bapa. Percayalah, hiduplah, dan saksikan kuasa-Nya. Sebab perkataan-Nya sungguh penuh kuasa hari ini, besok, dan selama-lamanya.

Pertanyaan Refleksi

1. Apakah perkataan yang saya ucapkan sehari-hari lebih sering membangun dan menguatkan, atau justru melukai dan melemahkan sesama?
2. Bagaimana saya sungguh-sungguh menghidupi firman Yesus dalam doa, keputusan, dan tindakan, sehingga perkataan-Nya nyata mengubah hidup saya?
3. Apakah saya sudah belajar menata kata-kata dengan bijak, berpikir dahulu sebelum berbicara, sehingga perkataan saya mencerminkan KASIH dan KEBENARAN Kristus?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Firman yang hidup, ajarilah kami menata kata dengan bijak, agar perkataan kami membawa damai, bukan melukai sesama. Biarlah firman-Mu menjadi terang, kuatkan kami saat lemah, dan teguhkan iman kami selalu. Amin.