Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat berbagi dan kepedulian yang ditunjukkan merupakan wujud nyata penghayatan nilai-nilai kemanusiaan dan iman dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sesi dialog bersama para pengelola sekolah, terungkap pula berbagai tantangan yang sedang dihadapi oleh SLBN Borong. Pada tahun-tahun sebelumnya, bantuan pemerintah turut membantu memenuhi kebutuhan operasional sekolah dan asrama.
Namun sejak tahun 2026, sistem bantuan pemerintah mengalami perubahan sehingga akses terhadap bantuan menjadi lebih sulit.
Kondisi tersebut berdampak pada berbagai kebutuhan sekolah, khususnya dalam pengelolaan asrama dan pelayanan kepada peserta didik.
Pihak pengelola mengaku mengalami kesulitan dalam memenuhi beberapa kebutuhan yang sebelumnya dapat ditopang melalui bantuan pemerintah.
Karena itu, pihak sekolah berharap agar pemerintah dapat kembali memberikan perhatian yang lebih besar terhadap keberlangsungan pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Dukungan yang memadai dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa setiap peserta didik tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.
Selain berharap pada perhatian pemerintah, pihak sekolah juga mengajak masyarakat luas untuk ikut terlibat dalam mendukung keberlangsungan pelayanan di SLBN Borong. Bentuk dukungan tersebut dapat berupa bantuan materi, dukungan moral, maupun keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi para peserta didik.
Pihak sekolah berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan tergerak untuk berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan. Kehadiran orang-orang yang peduli diyakini dapat menjadi sumber semangat dan harapan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang peduli dan mau berbagi. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi perkembangan dan kesejahteraan anak-anak di sini,” ujar salah satu pengelola sekolah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan, ramah tamah, foto bersama, dan berbagai aktivitas yang mempererat hubungan antara mahasiswa STIPAS St. Sirilus Ruteng dan keluarga besar SLBN Borong. Senyum, tawa, dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah para peserta menjadi bukti bahwa perjumpaan tersebut telah menghadirkan makna yang mendalam bagi semua pihak.
Melalui kegiatan ini, semangat Sinode IV Keuskupan Ruteng kembali ditegaskan sebagai panggilan untuk berjalan bersama dalam kasih, membangun persaudaraan tanpa batas, serta menghadirkan perhatian kepada mereka yang sering kali berada di pinggiran.
Sebagai pesan penutup yang menggema sepanjang kegiatan, seluruh peserta diajak untuk terus memelihara semangat berbagi dan kepedulian.
“Jangan lihat berapa jumlah yang kalian berikan, tetapi seberapa tulus kalian memberikan itu.”
Pesan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa kasih sejati tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, melainkan dari ketulusan hati yang mendasarinya.
Semoga semangat berbagi kasih yang terbangun dalam kegiatan ini terus bertumbuh dan menginspirasi semakin banyak orang untuk peduli, melayani, dan berjalan bersama sesama dalam semangat persaudaraan.(*)




