Di Manakah Hatimu Bersemayam?

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK 

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap manusia siapapun kita pasti ingin menjadi kaya secara materi. Oleh karena itu, kita bekerja keras untuk memperolehnya. Bahkan bisa dengan cara yang kotor. Sangat jarang kita mengejar kekayaan surgawi. Padahal harta duniawi tidak akan kita bawa saat kita mati. Tetapi justru harta duniawi yang mati-matian kita kejar dan cari. Oleh karena itu, mari kita seimbangkan mengejar harta duniawi dan harta surgawi. Jadikanlah harta duniawi sebagai sarana untuk memperoleh harta surgawi.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 6: 19 – 23, yakni hal mengumpulkan harta. Para saudaraku, Rudi memiliki rumah besar, mobil mewah, jabatan tinggi. Namun jiwanya kosong. Ia sadar: bukan ia yang menguasai harta, melainkan harta yang menguasai dirinya. Semakin banyak ia kumpulkan, semakin besar rasa cemas dan takut kehilangan. Yesus mengingatkan: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi… sebab di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Harta duniawi mudah rusak dan hilang. Yang lebih berbahaya: HATI kita bisa berpindah alamat, bukan lagi bersemayam di surga, melainkan di rekening, jabatan, atau gengsi.“ Mata adalah pelita tubuh”. Mata yang jernih melihat harta sebagai sarana, bukan tujuan. Mata yang gelap menjadikan harta sebagai tuan, hingga manusia rela mengorbankan iman, keluarga, bahkan dirinya sendiri. Kabar Baik, Yesus tidak melarang kita bekerja atau memiliki harta. Ia mengajak kita bijak: Bekerja untuk Tuhan, bukan untuk pamer. Menabung di surga: kebaikan, kemurahan, pengampunan. Menikmati secukupnya tanpa terikat. Berbagi dengan lapang, sebab memberi berarti mentransfer harta ke rekening surga.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, hidup bukan soal berapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa dalam HATI kita dimiliki Tuhan. Harta duniawi hanyalah sarana untuk memperoleh harta surgawi. Gunakanlah untuk menebar KASIH, menyirami IMAN, dan MENYEGARKAN jiwa-jiwa yang haus. Seimbangkanlah antara mengejar harta duniawi dan harta surgawi. Biarlah brangkas HATI kita ada di surga, bersemayam dalam Hati Kudus Yesus. Sebab hanya di sana kita menemukan pelabuhan dan jaminan hidup yang kekal. Amin.

Pertanyaan Refleksi

1. Apakah hatiku lebih terpaut pada harta duniawi daripada pada Tuhan?
2. Bagaimana cara pandangku terhadap harta, sebagai tuan yang mengikat atau sarana untuk melayani?
3. Sudahkah aku menabung di surga melalui kebaikan, kemurahan, dan iman yang nyata dalam hidup sehari-hari?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus yang penuh KASIH, ajarilah aku menaruh hatiku bukan pada harta duniawi, melainkan pada harta surgawi yang kekal. Jadikanlah harta dunia hanya sarana untuk menebar kasih, membangun iman, dan memuliakan nama-Mu. Biarlah brangkas hatiku bersemayam di dalam Hati Kudus-Mu, agar hidupku seimbang antara kerja di dunia dan tabungan di surga.
Amin.