RUPSLB Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Transformasi AI Berlanjut

EXPONTT.COM, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Indosat Tbk (Indosat/IOH) menyetujui perpanjangan masa jabatan Presiden Direktur dan CEO Vikram Sinha.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam RUPSLB Indosat yang digelar pada 29 September 2026. Perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebelumnya telah diumumkan Perseroan pada Juli 2026.

Selain itu, RUPSLB menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Seppalga Ahmad mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Perseroan dan pengunduran dirinya telah diterima serta disetujui dalam RUPSLB.

Indosat menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi Seppalga Ahmad selama menjalankan tugasnya sebagai anggota Dewan Komisaris.

Keputusan RUPSLB tersebut menjadi landasan bagi Indosat untuk melanjutkan agenda transformasi jangka panjang, termasuk memperluas penerapan strategi AI North Star.

Strategi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur AI dan kapabilitas cloud, sekaligus membangun ekosistem AI yang terintegrasi mulai dari infrastruktur, cloud, platform hingga solusi berbasis AI.

Corporate Secretary, Director dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan keberlanjutan kepemimpinan menjadi momentum bagi Perseroan untuk memperluas implementasi strategi AI dan memperkuat layanan kepada pelanggan.

“Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” ujar Reski.

Dalam pengembangan infrastruktur AI, Indosat menyebut Zankore memperkuat kemampuan komputasi Perseroan melalui kontrak jangka panjang berkapasitas 200 MW.

Sementara itu, RAIA Grid dengan dukungan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas untuk mendekatkan kapabilitas AI kepada pelaku usaha, pengembang, peneliti, dan masyarakat.

Indosat juga menargetkan pemberdayaan hingga 2 juta talenta digital pada 2030 melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain pengembangan infrastruktur dan talenta, Indosat mengembangkan teknologi yang lebih efisien melalui uji coba AI-RAN yang dirancang untuk menurunkan konsumsi energi hingga 20 persen dibandingkan jaringan konvensional.

Melalui berbagai agenda tersebut, Indosat menargetkan pemanfaatan AI tidak hanya meningkatkan kapasitas teknologi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha serta memperkuat ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.(*)