La Moringa Teken MoU dengan Buyer Internasional di ISEF 2026, Perluas Pasar Kelor

CEO La Moringa, Dr. Andre E. Hartanto, Sp.OG, (Kedua dari kiri) menandatangani MoU dengan pembeli internasional dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta / foto: istimewa

EXPONTT.COM, JAKARTA – Perusahaan pengolahan kelor atau marungga asal Indonesia, La Moringa, menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pembeli (buyer) internasional dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, yang berlangsung 14-18 Oktober 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis La Moringa untuk memperluas jangkauan pasar internasional sekaligus mendorong pengembangan kelor (moringa) Indonesia menjadi produk pangan bernilai tambah.

CEO La Moringa, Dr. Andre E. Hartanto, Sp.OG, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, Bank Indonesia, penyelenggara ISEF, serta KPMI yang telah mendukung terbukanya peluang kolaborasi antara pelaku usaha nasional dan mitra bisnis internasional.

“Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, Bank Indonesia, ISEF, dan KPMI yang telah memfasilitasi kolaborasi ini. Kesempatan seperti ini sangat penting untuk mempertemukan produk unggulan Indonesia dengan pasar internasional dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ujar Andre.

Menurut Andre, kelor merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Namun, potensi tersebut perlu didukung inovasi, standardisasi mutu, sertifikasi, serta strategi pemasaran yang tepat agar mampu bersaing di pasar global.

“Ini saatnya moringa Indonesia semakin dikenal dunia. Kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan alam Nusantara dapat diolah menjadi produk berkualitas yang memiliki daya saing internasional. Melalui La Moringa, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi moringa dan membawa produk Indonesia ke pasar yang lebih luas,” katanya.

La Moringa merupakan perusahaan yang berfokus pada pengembangan dan pengolahan kelor menjadi produk pangan bernilai tambah. Perusahaan ini juga menyebut telah didukung berbagai sertifikasi, termasuk sertifikasi organik dan standar keamanan pangan yang relevan, untuk memperkuat kualitas produk serta daya saing di pasar nasional dan internasional.

Penandatanganan MoU dalam ISEF 2026 diharapkan menjadi awal kerja sama berkelanjutan sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi produk kelor Indonesia.

ISEF menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan pelaku usaha dengan mitra bisnis internasional, memperkuat jejaring perdagangan, serta membuka peluang ekspor produk Indonesia.

Melalui inovasi produk, penguatan kualitas, dan kemitraan strategis, La Moringa optimistis kelor Indonesia dapat menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi komoditas lokal.(*)