BI NTT Perkuat Wisata Berbasis Budaya dan Hilirisasi Komoditas Lokal

EXPONTT.COM, ALOR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong penguatan narasi pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal serta hilirisasi komoditas unggulan untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Ekonomi Yunior BI NTT, Ahmad Akhirul Fatoni, dalam kegiatan Capacity Building Media 2026 bertema “Membangun Narasi Pariwisata NTT dengan Nilai Kedaerahan” di Kabupaten Alor, 15–17 Oktober 2026.

Fatoni mengatakan, NTT memiliki potensi pariwisata yang tersebar di Flores, Sumba, Timor, Sabu, Rote, Lembata hingga Alor. Potensi tersebut perlu dipromosikan melalui narasi yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal.

Selain pariwisata, BI NTT mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti rumput laut, kelapa, dan garam. Selama ini, sebagian komoditas masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah ekonominya belum optimal.

Pengolahan rumput laut menjadi bahan baku kosmetik serta pemanfaatan berbagai bagian kelapa dinilai dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Fatoni juga menyoroti posisi strategis NTT yang berbatasan dengan Timor-Leste dan berdekatan dengan Australia sebagai peluang memperluas pasar produk lokal. Pengembangan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, turut dinilai penting untuk mendukung industri pengolahan di daerah.

Dalam pemaparannya, Fatoni menyebut ekonomi NTT tumbuh 5,01 persen pada triwulan II 2026, didukung antara lain oleh sektor pertanian dan perdagangan.

Saat ini BI NTT juga terus melakukan pembinaan terhadap UMKM lokal untuk membawa UMKM naik terutama yang bersinggungan dengan pariwisata.

BI NTT berharap kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan daya saing ekonomi daerah, memperkuat UMKM, serta memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat NTT.(*)