Presiden Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi Merah Putih Selesai Dibangun Sebelum 17 Agustus 2026

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto / foto: ist

EXPONTT.COM – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menargetkan 20.000 hingga 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) selesai dibangun sebelum hari peringatan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026 dari target keseluruhan 80.000 KDKMP.

“Saya kira jarang ada negara yang bisa membangun puluhan ribu koperasi dalam satu tahun,” ujar Prabowo saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Koperasi Merah Putih ditargetkan bisa memperkuat rantai distribusi pangan, pembiayaan rakyat, hingga perputaran ekonomi desa di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo menyebut operasionalisasi KDKMP tersebut sebagai tonggak penting pembangunan ekonomi nasional karena pemerintah berhasil membangun lebih dari seribu koperasi lengkap dengan gudang, armada distribusi, sistem logistik, dan layanan masyarakat dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Hari ini penting. Kita membangun dan mengoperasionalkan 1.061 KDKMP dengan gudang, sistem logistik, kendaraan operasional, dan petugasnya dalam waktu kurang dari satu tahun,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan pemerintah semula menyiapkan sekitar 1.300 KDKMP untuk diresmikan, namun diputuskan 1.061 unit yang lebih siap beroperasi penuh. Presiden juga mengungkapkan, secara fisik saat ini sudah tersedia lebih dari 9.000 gedung dan gudang KDKMP yang telah siap digunakan.

Menurut Prabowo, percepatan pembangunan KDKMP tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah menjalankan program ekonomi skala besar dalam waktu singkat. Ia menilai Indonesia selama ini terlalu sering dipandang lemah, termasuk oleh bangsanya sendiri.

“Bangsa Indonesia terlalu lama dianggap remeh. Kita sering tidak percaya pada kemampuan sendiri dan lebih kagum pada yang berasal dari luar,” ujarnya.

Presiden mengaitkan keberadaan KDKMP dengan strategi ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan pemerintah berhasil mempercepat target swasembada pangan yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun menjadi satu tahun.

“Saya minta swasembada pangan empat tahun, ternyata bisa dipercepat dalam satu tahun,” katanya.

Ia menegaskan pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi persoalan hidup dan mati bangsa. Karena itu, pemerintah memprioritaskan stabilitas produksi dan distribusi pangan nasional di tengah ancaman krisis global.

Prabowo mengungkapkan saat ini sejumlah negara mulai meminta pasokan beras dari Indonesia setelah beberapa negara produsen besar menghentikan ekspor pangan mereka. Namun ia menekankan kepentingan rakyat Indonesia tetap menjadi prioritas.

“Kalau mereka butuh kita bantu, tapi rakyat kita harus aman dulu. Jangan sampai petani kita jadi korban,” ujarnya.

Selain memperkuat distribusi pangan, Presiden menyebut KDKMP disiapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Koperasi akan dilengkapi layanan sembako, pupuk bersubsidi, distribusi gas LPG, kredit murah, apotek, hingga penyaluran bantuan pemerintah.

Menurutnya, model tersebut akan memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi hambatan utama ekonomi desa.

“Masalah petani dari dulu sama, pupuk, modal, dan akses pasar. Banyak hasil panen bagus tapi tidak bisa dijual karena akses distribusi sulit. Dengan koperasi ini desa punya truk sendiri, pick up sendiri, sehingga hasil panen bisa langsung dibawa ke pasar,” kata Presiden.(*)