EXPONTT.COM, KUPANG – Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait bisa benar-benar memperhatikan kebutuhan infrastruktur jalan di Amfoang yang telah disampaikan langsung masyarakat kepada Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan beberapa waktu lalu.
Aurum Titu Eki menyebut, yang menjadi sangat penting dalam pembangunan infrastruktur di Amfoang adalah jembatan. Setidaknya ada dua jembatan vital yang perlu menjadi prioritas yakni jembatan Termanu dan Kapsali.
“Tapi kalau untuk jembatan, sebenarnya ada beberapa jembatan juga,” jelasnya saat diwawancarai di Kantor Gubernur NTT, Selasa, 26 Mei 2026.
Aurum Titu Eki, menyebut, masyarakat di enam kecamatan wilayah Amfoang benar-benar telah terisolir sejak lama karena akses jalan yang tidak memadahi.
Dirinya pun mengakui, Pemerintah Kabupaten Kupang kesulitan untuk meningkatkan aspek-aspek prioritas seperti kesehatan dan pendidikan karena akses yang sangat terbatas.
“Harapannya bisa diperhatikan, karena di situ sangat terisolir, semua jadi terkendala disitu. Kita mau tingkatkan pendidikan, kesehatan, dalam semua aspek jadinya terhambat. Karena infrastruktur jalan ini sangat prior untuk segala pembangunan daerah,” kata Aurum.
Aurum yang berlatar belakang pendidikan arsitektur mengungkapkan, secara anggaran, APBD Pemerintah Kabupaten Kupang tidak mampu untuk melaksanakan pembangunan di wilayah Amfoang, terutama di masa efisiensi yang diterapkan Pemerintah Pusat saat ini.
“Apalagi di daerah paling terasa. Dengan kunjungan (wapres) ini, kita sangat bersyukur, artinya dari pusat bisa langsung tahu kalau dengan efisiensi kita (pemerintah daerah) jadi kesulitan dalam pembangunan,” jelasnya.
Aurum Titu Eki menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus mengawal aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat Amfoang ke Wakil Presiden.
“Beliau datang sudah melihat langsung kondisinya, nanti dikoordinasikan. Nanti kita follow up ke atas (Pemerintah Pusat) bagaimana perkembangan. Kita menanti informasi dari pusat,” pungkasnya.(*)




