Bantuan Pertama Tiba, Helikopter Polri Tembus Dua Desa Terisolasi di Ende

Helikopter Polri kirim bantuan ke dua desa di Ende yang terisolasi pasca gempa / foto: istimewa

EXPONTT.COM, ENDE – Ketika jalur laut tak lagi menjadi pilihan, sebuah helikopter Polri terbang membawa harapan bagi warga yang terdampak gempa bumi di Desa Nila dan Desa Kekasewa, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende.

Sabtu, 29 Agustus 2026, menjadi hari yang berbeda bagi puluhan keluarga di dua desa tersebut. Setelah gempa bumi mengguncang Flores, bantuan sosial belum juga menyentuh mereka karena kondisi geografis yang membuat kedua wilayah itu sulit dijangkau.

Akses menuju Desa Nila dan Kekasewa selama ini hanya dapat ditempuh melalui jalur laut. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat masyarakat takut kembali melaut.

Di tengah keterbatasan itu, Polres Ende memilih cara lain.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende, Ny. Yuke Yudhi Franata, dan crew Helikopter Polri P-3202, Sabtu pagi, menerbangkan bantuan menuju dua desa yang terisolasi tersebut.

Sekitar pukul 09.20 Wita, helikopter lepas landas dari Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende menuju Desa Nila.

Di dalam helikopter, bantuan kebutuhan dasar dibawa untuk warga yang telah menunggu di tengah kondisi pascagempa.

Untuk 52 kepala keluarga (KK) terdampak di Desa Nila, Polres Ende membawa 45 dos mi instan, 20 lembar selimut, dua dos abon, 15 dos biskuit, 10 lembar tikar pantai, satu dos besar roti, satu dos besar popok bayi, serta satu dos besar susu.

Setelah bantuan disalurkan. Helikopter kemudian kembali menuju Bandara H. Hasan Aroeboesman.

Namun, misi belum selesai.

Sekitar pukul 10.37 Wita, helikopter kembali mengudara. Kali ini tujuannya Desa Kekasewa.

Sebanyak 35 KK terdampak gempa di desa tersebut juga sebelumnya belum mendapatkan bantuan.

Kembali membawa kebutuhan pokok, Polres Ende menyalurkan 45 dos mi instan, 20 lembar selimut, tiga dos abon, 15 dos biskuit, 10 lembar tikar pantai, satu dos besar roti, satu dos besar popok bayi, serta satu dos besar susu.

Setelahnya helikopter kembali ke Bandara H. Hasan Aroeboesman.

Bagi Polres Ende, bantuan tersebut bukan sekadar paket kebutuhan pokok. Ini adalah upaya memastikan warga yang berada di wilayah sulit dijangkau tidak dilupakan dalam situasi bencana.

Polres Ende sebelumnya berkoordinasi dengan Polda NTT untuk mencari cara agar bantuan dapat menjangkau dua desa tersebut. Pilihan menggunakan helikopter diambil karena akses laut belum memungkinkan.

Masyarakat masih diliputi kekhawatiran untuk melaut karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

Dengan menggunakan helikopter Polri, bantuan akhirnya dapat menembus keterisolasian tersebut.

Penyaluran bantuan berlangsung aman dan lancar.

Di tengah luka dan ketakutan setelah gempa, kedatangan bantuan melalui udara menjadi pesan bahwa warga di pelosok sekalipun tetap menjadi bagian dari perhatian dan kepedulian dalam penanganan bencana.

Bantuan Pertama di Desa Kekasewa

Kepala Desa Kekasewa mewakili seluruh warga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda NTT dan Kapolres Ende beserta jajaran yang telah mengirimkan bantuan ke desa tersebut.

“Ini bantuan pertama yang kami terima sejak 15 Agustus hingga saat ini. Saya bersama warga sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Polda NTT dan Polres Ende serta kapolsek,” ujarnya.(*)