Kabupaten Kupang Datang Bawa Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

EXPONTT.COM, MBAY – Duka akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026 mengundang solidaritas dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten Kupang datang langsung ke Kota Mbay membawa bantuan senilai Rp1 miliar untuk membantu masyarakat Nagekeo yang terdampak bencana.

Bupati Kupang Yosef Lede bersama Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki dan rombongan tiba di Mbay pada Sabtu, 29 Agustus 2026 malam.

Rombongan langsung diterima Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada di Posko Penanggulangan Darurat Gempa Bumi di Mbay.

Turut hadir dalam penerimaan tersebut Ketua DPRD Nagekeo Shafar Laga Rema.

Rp1 Miliar dari ASN, PPPK dan Masyarakat

Dalam konferensi pers, Bupati Kupang Yosef Lede mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Kupang terhadap warga Nagekeo yang sedang menghadapi dampak gempa.

Menurutnya, bencana yang menimpa Nagekeo bukan hanya menjadi duka masyarakat Flores, tetapi juga menjadi duka seluruh masyarakat NTT.

“Flores tidak sendiri. Flores dalam satu bingkai NTT. Ketika satu daerah mengalami musibah, maka daerah lain ikut merasakan sakit. Kabupaten Kupang melihat duka Flores, lebih khusus Kabupaten Nagekeo, juga duka Kabupaten Kupang,” ujar Yosef.

Ia menjelaskan, bantuan Rp1 miliar tersebut dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta masyarakat Kabupaten Kupang.

Penggalangan bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Kupang yang terpanggil untuk meringankan beban warga Nagekeo setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Tidak hanya uang tunai, rombongan Pemerintah Kabupaten Kupang juga membawa bantuan logistik.

Sebanyak 1,6 ton beras, gula pasir, telur, dan mi instan turut diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Bupati Nagekeo: Kami Tidak Sendirian

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Kupang bersama seluruh masyarakatnya.

Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya tentang nilai materi, tetapi juga menjadi tanda bahwa masyarakat Nagekeo tidak menghadapi bencana seorang diri.

“Mewakili Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan seluruh masyarakat Nagekeo, kami mengucapkan terima kasih yang berlimpah kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati atas kepedulian terhadap musibah yang dialami Kabupaten Nagekeo. Ini sesuatu yang luar biasa,” kata Simplisius.

“Kami merasa tidak sendirian. Masih ada saudara kami yang selalu hadir ketika kami sedang mengalami kedukaan,” lanjutnya.

Ketua DPRD Nagekeo: Ini Sumbangsih yang Luar Biasa

Apresiasi juga disampaikan Ketua DPRD Nagekeo Shafar Laga Rema.

Menurut Shafar, bantuan Rp1 miliar tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat Nagekeo yang masih berada dalam situasi pascagempa.

“Untuk sumbangsih sebesar itu, kami tidak ada kata lain selain bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengetuk pintu hati saudara-saudara kami di Kabupaten Kupang untuk peduli dengan apa yang dialami Kabupaten Nagekeo saat ini,” kata Shafar.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, khususnya Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki, serta seluruh masyarakat Kabupaten Kupang yang telah ikut membantu warga Nagekeo.

Shafar juga mengajak masyarakat Kabupaten Kupang untuk terus mendoakan warga Nagekeo agar situasi bencana segera berakhir.

Pasalnya, masyarakat Nagekeo hingga kini masih menghadapi gempa-gempa susulan.

“Kami meminta masyarakat Kabupaten Kupang untuk selalu mendoakan agar musibah yang dialami masyarakat Nagekeo secepatnya berakhir. Hingga detik ini, bumi Nagekeo masih terus diguncang gempa susulan,” ungkapnya.

Solidaritas Antardaerah NTT

Kunjungan Pemerintah Kabupaten Kupang ke Nagekeo turut membawa sejumlah pejabat dan unsur masyarakat.

Dalam rombongan tersebut hadir Kepala Bank NTT Cabang Kupang serta anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi PKB, PDI Perjuangan, dan Perindo.

Bantuan tersebut menjadi gambaran kuatnya solidaritas antardaerah di Nusa Tenggara Timur di tengah bencana.

Ketika Nagekeo berduka, daerah lain ikut bergerak.

Duka yang dirasakan masyarakat Nagekeo menjadi duka bersama masyarakat NTT, sekaligus memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan antardaerah di tengah situasi sulit.(***)