Pax Vobiscum para saudaraku ytk. Kristus Tuhan. Yesus selalu mendoakan kita para Pengikut-Nya. Itu dilakukan -Nya karena Dia sangat mencintai kita.Oleh karena itu, Dia tidak menghendaki kita terpisah dari -Nya.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 17: 20 – 26, yakni doa Yesus untuk murid-murid-Nya. Para saudaraku, Yesus menengadah kepada Bapa, bukan sekadar untuk kedua belas murid, tetapi juga bagi kita yang percaya melalui pewartaan mereka. Malam sebelum salib, Ia sudah memikirkan kita. Permintaan terbesar-Nya? Bukan keseragaman hidup bersama secara lahiriah atau fisik (co-Living), melainkan kesatuan batiniah dalam kasih persaudaraan (comunio): “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” Inilah hidup comunio, yakni persatuan yang hidup dari kedalaman HATI bukan keseragaman kaku. Persatuan yang memungkinkan kita berbeda, namun tetap rukun, damai, bukan saling curiga atau menjatuhkan, melainkan saling mengasihi. Modelnya jelas: Tritunggal Mahakudus, tiga pribadi, satu KASIH. Ingatlah , Yesus berdoa demikian, karena Ia mencintai kita. Dan jika Ia mendoakan kita, seharusnya kita pun mendoakan sesama. Namun sebelum itu, kita sendiri mesti bersatu dengan Kristus dalam doa, ibadat dan ekaristi untuk menerima berkat-Nya. Sebab, hanya dengan HATI yang dipenuhi KASIH, kita mampu menghadirkan BERKAT bagi orang lain.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, bayangkan bila gereja tidak lagi sibuk memperdebatkan hal-hal lahiriah, tetapi sungguh berdoa, beribadat dan berekaristi, serta bekerja untuk saling memahami, memaafkan, dan menguatkan. Dunia akan tercengang, bukan karena gedung megah atau doktrin kaku, melainkan karena melihat kita bersatu dalam KASIH. Maka,
mari berhenti menjadi arsitek keseragaman, melainkan kita menjadi penjaga kesatuan yang memberkati. Doa Yesus tidak pernah gagal; Ia menunggu kita menjawab dengan hidup yang berkata “Amin.”
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah doa Yesus yang mencakup kita, membuat saya lebih sadar bahwa hidup iman saya adalah bagian dari kasih-Nya yang abadi?
2. Bagaimana saya dapat terlebih dahulu bersatu dengan Yesus dalam doa, ibadat, dan ekaristi sebelum menghadirkan BERKAT bagi sesama?
3. Apakah saya sudah menjadi penjaga kesatuan yang memberkati, atau masih sibuk dengan hal-hal lahiriah yang memecah belah?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, Engkau telah mendoakan kami sejak awal karena kasih-Mu yang tak terbatas. Satukanlah HATI kami dalam doa, ibadat, dan ekaristi, agar kami terlebih dahulu menerima berkat-Mu. Lalu, dengan KASIH yang sama, mampukan kami untuk mendoakan dan memberkati sesama melalui kehadiran kami. Jadikanlah kami penjaga kesatuan yang memancarkan damai dan kasih-Mu. Amin





