Jangan Menunda Pertobatan

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita selalu menunda-nunda pekerjaan, perbuatan baik, pengobatan, pelayanan, termasuk pertobatan. Padahal waktu, hidup ini, bukan milik kita, melainkan milik Tuhan. Oleh karena itu, sebelum terlambat jangan pernah menunda pertobatan. Para saudaraku, orang banyak berkerumun meminta tanda dari Yesus. Mereka ingin bukti spektakuler sebelum percaya. Namun Yesus menegur: mereka sudah melihat dan mendengar, tetapi HATI tetap keras. Yesus mengingatkan kisah orang Niniwe yang langsung bertobat setelah mendengar Yunus, dan Ratu dari Selatan yang rela menempuh perjalanan jauh demi hikmat Salomo. Mereka tidak menunda, tidak menunggu bukti tambahan. Sementara generasi yang berhadapan langsung dengan Yesus justru menunda. Kita pun sering jatuh dalam budaya menunda. Menunda pekerjaan, menunda meminta maaf, menunda berbuat baik, bahkan menunda pertobatan. Kita berkata “nanti saja,” seolah waktu milik kita. Padahal hidup ini uap yang sebentar tampak lalu lenyap. Napas pun adalah anugerah Tuhan. Tidak ada jaminan esok masih menjadi milik kita. Pertobatan bukan proyek jangka panjang. Ia adalah keputusan hari ini. Orang Niniwe bergerak segera. Ratu dari Selatan mencari segera. Mereka tidak menunggu. Kita yang sudah menerima lebih banyak firman dan rahmat seharusnya lebih cepat merespons.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, manusia modern terbiasa menunda: pekerjaan, pelayanan, bahkan pertobatan. Tetapi waktu bukan milik kita, hidup bukan milik kita, keselamatan bukan milik kita. Semuanya milik Tuhan. Maka jangan tunda lagi. Jika ada dosa yang harus ditinggalkan, tinggalkanlah sekarang. Jika ada pengampunan yang harus diminta, mintalah sekarang. Jika ada kebaikan yang harus dilakukan, lakukanlah sekarang. Hari ini adalah hari keselamatan. Esok belum tentu menjadi milikmu. Jangan menunda pertobatan, sebab hidup ini milik Tuhan, waktu ini milik Tuhan dan keselamatan ini juga milik Tuhan. Yang perlu kita lakukan hanyalah merespon, hari ini, sekarang, sebelum terlambat.

Pertanyaan Refleksi

1. Apa hal yang Tuhan sudah tunjukkan untuk saya tinggalkan atau ubah hari ini, tetapi masih saya tunda dengan alasan “nanti saja”?
2. Dalam aspek apa saya paling sering menunda pekerjaan, pelayanan, kebaikan, atau doa dan bagaimana penundaan itu menghambat pertumbuhan iman saya?
3. Bagaimana kesadaran bahwa hidup dan waktu adalah milik Tuhan menolong saya untuk lebih serius mengambil keputusan pertobatan dan tindakan nyata hari ini?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan, ajarilah kami untuk tidak menunda pertobatan. Berilah HATI yang segera taat, langkah yang berani meninggalkan dosa, dan semangat melakukan kebaikan hari ini. Hidup dan waktu milik-Mu, maka kami mau merespons sekarang, sebelum terlambat. Amin.