Pertama di NTT! RSU Siloam Kupang Hadirkan Sclerotherapy, Solusi Kista Ovarium Tanpa Operasi

Hasil rekaman USG sebelum dan sesudah penanganan kista ovarium melalui metode sclerotherapy / sumber: RSU Siloam Kupang

EXPONTT.COM, KUPANG — Layanan kesehatan reproduksi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat terobosan baru. Penanganan kista ovarium melalui metode sclerotherapy kini resmi hadir dan dapat dilakukan di RSU Siloam Kupang.

Tindakan medis minimal invasif ini ditangani langsung oleh dr. Andree Hartanto, Sp.OG, FEIICOG, FICS, dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fertilitas dan kesehatan reproduksi.

Metode sclerotherapy memberikan harapan baru bagi pasien wanita usia reproduksi yang ingin mengatasi kista tanpa harus mengorbankan fungsi ovarium maupun peluang kehamilan di masa depan.

Bukan untuk Semua Jenis Kista

dr. Andree Hartanto menegaskan, sclerotherapy tidak bisa diterapkan pada semua kasus kista ovarium. Prosedur ini diutamakan untuk jenis kista tertentu, seperti endometrioma (kista cokelat) atau kista hemorrhagic (perdarahan).

“Masyarakat harus paham, tidak semua kista bisa disedot lalu selesai. Harus ada evaluasi USG mendalam untuk melihat karakteristik kista. Jika ada indikasi keganasan, penanganannya tentu berbeda. Harus tepat pasien, tepat indikasi, dan tepat tindakan,” ujar dr. Andree.

Menjaga Cadangan Sel Telur

Salah satu keunggulan utama sclerotherapy dibanding operasi konvensional (kistektomi) adalah kemampuannya melindungi jaringan sehat pada ovarium.

“Pada pasien yang masih ingin memiliki anak, kita tidak hanya fokus menghilangkan kista, tetapi juga menjaga ovarian reserve atau cadangan sel telur. Operasi kista terkadang berisiko mengikis jaringan sehat ovarium. Di sinilah sclerotherapy hadir sebagai alternatif,” jelasnya.

Prosedur ini dilakukan menggunakan bantuan panduan ultrasonografi (USG). Dokter mengarahkan jarum khusus untuk mengeluarkan cairan kista, lalu memasukkan bahan sklerosan untuk mengeringkan rongga kista.

Keunggulan Utama Sclerotherapy:

1. Minim Invasif: Tanpa sayatan operasi pada perut.

2. Perlindungan Ovarium: Meminimalkan kerusakan jaringan ovarium yang sehat.

3. Menjaga Fertilitas: Sangat cocok bagi wanita yang merencanakan kehamilan.

4. Pemulihan Cepat: Pasien pulih lebih cepat dibanding prosedur pembedahan.

Layanan Medis Modern Makin Dekat di NTT

Hadirnya metode ini di RSU Siloam Kupang membuat masyarakat NTT dan kawasan Indonesia Timur tak perlu lagi berobat ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan ginekologi modern.

“Harapannya masyarakat NTT bisa mengakses layanan reproduksi yang makin lengkap. Namun yang terpenting, teknologi modern ini harus tetap digunakan secara tepat sasaran demi menjaga kualitas hidup dan peluang reproduksi pasien,” tutup dr. Andree.(*)