Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Menurut Anda, siapakah Kristus itu bagimu? Untuk menjawabnya, tentunya berdasarkan pengalaman iman dan kedekatan Anda dalam relasi dengan-Nya. Pada hari ini Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Bonifasius, Uskup dan Martir.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 12: 35 – 37, yakni hubungan antara Yesus dan Daud. Para saudaraku, di tengah hiruk-pikuk Yerusalem, Yesus mengajukan pertanyaan yang mengguncang: bagaimana Mesias bisa disebut “anak Daud”, padahal Daud sendiri menyebut-Nya “Tuanku”? Logika manusia terjungkal. Mesias memang keturunan Daud, tetapi lebih dari itu, Ia adalah Tuhan Daud. Para ahli Taurat hafal silsilah, tetapi gagal mengenal Pribadi yang berdiri di hadapan mereka. Pengetahuan tanpa penyembahan hanya melahirkan kebutaan rohani. Pertanyaan Yesus kini menembus zaman: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Jawaban Petrus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup,” lahir bukan dari informasi, melainkan dari iman. Hari ini, kita pun ditantang. Apakah Kristus hanya teman sesaat, tukang sulap untuk masalah, atau sungguh Tuhan yang memegang kemudi hidup kita? Jawaban sejati bukan di bibir, melainkan di langkah: dalam kesediaan mengampuni, hidup jujur, melayani tanpa pamrih, dan tetap percaya meski doa belum dijawab. Jika Daud, raja besar, menyebut-Nya “Tuanku”, siapakah kita untuk menjadikan Yesus sekadar aksesoris rohani? Pengetahuan bisa membuktikan silsilah-Nya, tetapi hanya IMAN yang hidup membuktikan Dia Tuhan atas hidup kita.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, Yesus bukan sekadar “anak Daud” dalam catatan Alkitab, melainkan Tuhan yang layak memimpin catatan hidup kita. Jangan biarkan pengetahuan tentang Kristus lebih besar daripada penghayatan akan Dia. Sebab di akhir waktu, pertanyaan-Nya bukanlah, “Apa yang kamu tahu tentang Aku?” melainkan, “Apakah Aku nyata dalam hidupmu?” Biarlah hari ini kita menjawab dengan HATI dan tindakan: Yesus adalah Tuhan atas seluruh hidupku.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah Yesus sungguh menjadi Tuhan atas seluruh aspek hidupku, atau hanya hadir sebagai “gelar rohani” di bibirku?
2. Apakah imanku lahir dari pengenalan pribadi atau sekadar dari tradisi dan pengetahuan?
3. Apakah langkah hidupku sehari-hari sudah mencerminkan bahwa Kristus nyata bagiku, bahkan saat doa belum dijawab?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa singkat
Tuhan Yesus, Engkau bukan hanya Anak Daud, tetapi Tuhan atas hidupku. Ajari aku mengenal-Mu bukan sekadar lewat pengetahuan, melainkan lewat iman yang nyata. Jadilah Penguasa atas langkahku, pekerjaanku, dan seluruh hidupku, agar setiap hari aku hidup seolah-olah Engkau benar-benar nyata bagiku. Amin.




