Ia juga mendorong vigilansi kolektif di tingkat hulu dengan memperketat pengawasan terhadap pergerakan truk pengangkut ternak yang mencurigakan, khususnya yang beroperasi pada malam hari.
“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur dalam mengawal jalur distribusi dan pemeriksaan di pelabuhan serta karantina hewan.
Menuju Kedaulatan Ekonomi Sumba
Melalui inisiatif ini, Stefanus Pekuwali berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi role model dalam penerapan tata niaga ternak yang sehat di seluruh Sumba Timur.
Sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban serta menjamin Kuda Sandelwood tetap menjadi simbol kemakmuran dan kejayaan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.(*)




