EXPONTT.COM, KUPANG – Kelangkaan minyak tanah yang belakangan dikeluhkan masyarakat di Kota Kupang mendapat perhatian serius dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Didampingi Sekda Kota Kupang, Jeffry Pelt dan pimpinan dinas terkait serta pihak Pertamina, Christian Widodo melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan minyak tanah.
Di salah satu pangkalan minyak di Kelurahan Oebobo yang tengah ramai dengan antrean warga, Christian Widodo mengimbau warga agar membeli minyak tanah di pangkalan resmi dan menghindari membeli minyak tanah di pengecer nakal yang menjual dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 4 ribu.
Christian menyebut harga di tingkat pengecer sulit dikontrol dan berpotensi jauh lebih tinggi dibandingkan HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Christian juga membeberkan praktik sejumlah oknum yang membeli minyak tanah dalam jumlah besar dari pangkalan untuk kemudian dijual kembali.
Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab stok minyak tanah di pangkalan cepat habis dan masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan minyak tanah.
“Jangan ada yang membeli berlebihan kemudian menjual lagi. Kalau dijual lagi, harganya sudah tidak bisa kita kontrol,” tegasnya.
Kepada pangkalan minyak tanah Christian Widodo meminta agar tidak melayani pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi untuk dijual kembali. Untuk kebutuhan rumah tangga, jatah pembelian disebut berada pada kisaran 5 hingga 10 liter per kepala keluarga (KK).
“Kami minta pangkalan juga menjaga. Kalau ada yang datang membeli dengan jerigen berlebihan, masyarakat juga harus ikut mengingatkan karena kalau dibeli banyak, masyarakat lainnya bisa tidak kebagian,” katanya.
Menurut Christian Widodo, dengan jumlah pangkalan sebanyak 836 di seluruh Kota Kupang yang didistribusikan oleh lima agen jumlah minyak tanah, seharusnya telah mencukupi kebutuhan seluruh warga Kota Kupang.
Meski demikian, Wali Kota Kupang mengaku akan meminta penambahan kuota bahan bakar subsidi minyak tanah secara resmi kepada Pertamina sebanyak 500 kiloliter atau sekitar 500.000 liter.
Christian memastikan Pemerintah Kota Kupang tidak tinggal diam. Pemkot telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengupayakan tambahan kuota minyak tanah.
Christian menyebut, pada tahun 2025 alokasi minyak tanah untuk Kota Kupang berada di kisaran 22.000 kiloliter, sementara pada 2026 hingga saat ini diperkirakan sekitar 21.000 kiloliter atau mengalami penurunan sekitar 2 persen.
Karena itu, penambahan kuota dinilai penting untuk menjaga ketersediaan minyak tanah sekaligus menjawab keluhan masyarakat.
“Setelah ini saya langsung tindak lanjut. Saya akan tanda tangan surat pengajuan permohonan penambahan kuota,” ungkapnya.(*)




