EXPONTT.COM, ENDE – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menyerahkan bantuan Rp100 juta kepada Keuskupan Agung Ende untuk mendukung pemulihan dan perbaikan gereja yang rusak akibat gempa bumi Flores.
Bantuan tersebut diserahkan saat Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., menyambangi Keuskupan Agung Ende, Jumat, 28 Agustus 2026, dalam rangkaian misi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa.
Kedatangan Kapolda NTT disambut langsung Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, bersama sejumlah imam di lingkungan Keuskupan Agung Ende.
Dalam kunjungan tersebut, Polda NTT menyerahkan bantuan bahan pokok serta uang tunai sebesar Rp100 juta untuk mendukung pemulihan sarana ibadah yang rusak akibat gempa.
Bantuan uang tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Ende kepada pihak Keuskupan Agung Ende.
Kapolda NTT mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian jajaran Polda NTT terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, seluruh personel kepolisian di wilayah terdampak gempa telah diinstruksikan untuk turun langsung membantu masyarakat.
Arahan tersebut sejalan dengan instruksi Kapolri agar personel kepolisian tidak hanya membantu membersihkan rumah warga dan fasilitas pendidikan, tetapi juga ikut mempercepat pemulihan tempat-tempat ibadah yang mengalami kerusakan.
“Bantuan yang diserahkan kepada Keuskupan Agung Ende merupakan donasi sukarela dari seluruh anggota Polda NTT. Kepolisian berharap uluran tangan ini dapat mempercepat proses renovasi gereja-gereja yang rusak akibat guncangan gempa,” kata Rudi Darmoko mengutip FloresPos.
Ia berharap, dengan dukungan tersebut, aktivitas keagamaan masyarakat di tujuh kabupaten terdampak gempa di Pulau Flores dapat segera kembali normal.
Kapolda NTT juga mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila masih terdapat wilayah yang terisolasi atau belum tersentuh bantuan pascagempa.
Polda NTT, kata dia, berkomitmen mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan pertolongan yang dibutuhkan.
Sementara itu, Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta gerak cepat Kapolda NTT bersama jajaran dalam membantu penanganan bencana gempa bumi di Flores.
Menurutnya, kunjungan langsung Kapolda NTT ke sejumlah lokasi terdampak, termasuk peninjauan salah satu gereja yang mengalami kerusakan berat di wilayah Ndona, memberikan dukungan moral bagi Keuskupan Agung Ende dan umat Katolik yang terdampak bencana.
Keuskupan Agung Ende sendiri telah membentuk Posko Keuskupan untuk mengoordinasikan penanganan korban bencana dan penyaluran bantuan.
Kehadiran personel kepolisian yang turut membantu membersihkan puing-puing tempat ibadah yang rusak dinilai memberikan manfaat nyata dalam mempercepat proses pemulihan.
“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas kunjungan serta bantuan dari Bapak Kapolda NTT dan seluruh personel Polda NTT. Dukungan ini membuat kami tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” ungkap Uskup Agung Ende.
Aksi personel kepolisian yang turun langsung membersihkan puing-puing gereja dan kapela yang mengalami kerusakan juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan sarana peribadatan pascagempa.(*)




