EXPONTT.COM, MAUMERE – Keterbatasan akses pascagempa bumi tidak menghalangi jajaran Polda NTT menjangkau masyarakat Pulau Pomana, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.
Melalui jalur laut, Ditpolairud Polda NTT mengerahkan KP. P. NDAO 3009 untuk membawa bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa, Sabtu, 5 September 2026.
Kapal bertolak dari Pelabuhan Wuring, Maumere, sekitar pukul 15.00 WITA dan tiba di Pelabuhan Pulau Pomana sekitar pukul 16.30 WITA.
Bantuan yang dibawa berupa minyak goreng, air mineral, susu, mi instan, makanan ringan, sarden, teh, mie instan, tisu, sarung, selimut serta 100 paket pakaian untuk anak-anak dan remaja.
Turut disalurkan bantuan dari Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, berupa satu unit genset berkapasitas 3.000 watt dan satu unit kompor gas.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol Irwan Deffi Nasution mengatakan, penggunaan jalur laut merupakan bentuk kesigapan Polri menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan.
“Polri terus berupaya agar bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak bencana, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan. Sarana laut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Irwan.
Setibanya di Pomana, personel Ditpolairud Polda NTT bersama personel Polres Sikka dan masyarakat bergotong royong menurunkan bantuan.
Sekitar pukul 17.25 WITA, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Kapospol Pomana untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Irwan menegaskan, bantuan tersebut tidak sekadar memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran Polri dalam masa pemulihan pascabencana.
“Bantuan ini bukan hanya tentang barang yang disalurkan, tetapi juga tentang kepedulian. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir dan bersama mereka menghadapi masa sulit akibat bencana,” katanya.
Setelah seluruh bantuan diserahkan, KP. P. NDAO 3009 bertolak kembali menuju Pelabuhan Wuring.
Misi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kondisi geografis kepulauan tidak menjadi penghalang bagi Polri untuk menjangkau warga terdampak gempa di Flores.(*)




