Tuhan Sangat Mengenal Kita Dengan Baik

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dihadapan Tuhan, kita tidak perlu berpura-pura, atau munafik atau memakai topeng, sebab Tuhan sangat mengenal kita dengan baik. Dihadapan-Nya kita semua “telanjang”. Oleh karena itu, hiduplah dengan jujur, penuh integritas. Kepura-puraan atau munafik, atau memakai topeng, tidak ada gunanya.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 12: 1 – 7, yakni pengajaran khusus bagi murid-murid. Para saudaraku, ada seorang anak kecil yang bertanya kepada ibunya, “Ma, kalau Tuhan ada di mana-mana, apakah Dia juga melihat saat aku menyembunyikan permen di bawah bantal?” Ibunya tersenyum dan menjawab, “Ya, Tuhan melihat semuanya.” Anak itu lalu berkata, “Kalau begitu percuma ya, aku sembunyi-sembunyi?”
Kepolosan anak itu sesungguhnya mengungkapkan sebuah kebenaran besar: tidak ada sesuatu pun dalam hidup kita yang tersembunyi dari Tuhan. Itulah yang diajarkan Yesus dalam Injil hari ini. Yesus mengawali pengajaran-Nya dengan peringatan tentang ragi orang Farisi, yaitu kemunafikan. Ragi bekerja secara diam-diam, tetapi sedikit demi sedikit memengaruhi seluruh adonan. Demikian pula kemunafikan. Awalnya tampak kecil dan sepele, namun jika dibiarkan, akan merusak seluruh kehidupan seseorang. Oleh karena itu, Yesus berkata, “Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.” Sabda ini terasa sangat relevan bagi kehidupan manusia modern. Kita hidup di zaman yang memberi ruang besar bagi pencitraan. Tidak sedikit orang lebih sibuk membangun kesan daripada membangun karakter. Kita berusaha menampilkan diri yang terlihat baik, berhasil, saleh, dan bahagia, sementara pergumulan, luka, kekecewaan, bahkan dosa disimpan rapat-rapat di balik topeng yang kita kenakan. Di media sosial, di lingkungan kerja, bahkan dalam kehidupan beriman, kita bisa tergoda untuk menjadi pribadi yang berbeda-beda sesuai situasi. Akibatnya, kita hidup dalam kepura-puraan yang melelahkan. Kita takut diketahui apa adanya dan lebih sibuk menjaga citra daripada membangun integritas. Namun Tuhan tidak pernah melihat kita sebatas penampilan luar. Ia melihat HATI. Ia mengenal pikiran yang belum terucap, niat yang tersembunyi, air mata yang ditahan, dan pergumulan yang tidak pernah kita ceritakan kepada siapa pun. Tuhan mengenal kita lebih dalam daripada kita mengenal diri sendiri.
Karena itu, tidak ada gunanya memakai topeng di hadapan Tuhan. Di hadapan-Nya semua kita telanjang. Bukan untuk dipermalukan, melainkan untuk diselamatkan dan dipulihkan. Justru ketika kita berani datang apa adanya, rahmat Tuhan dapat bekerja membentuk dan memperbarui hidup kita. Yesus kemudian mengingatkan agar kita tidak lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. Sering kali kita menyembunyikan kebenaran karena takut ditolak, takut kehilangan posisi, takut dikritik, atau takut tidak diterima oleh lingkungan. Ketakutan terhadap manusia membuat banyak orang rela berkompromi dengan nilai-nilai yang benar. Padahal penilaian manusia bersifat sementara. Hari ini mereka memuji, besok mereka bisa mencela. Hari ini mereka menerima, besok mereka dapat meninggalkan. Sebaliknya, Tuhan adalah satu-satunya yang sungguh mengenal kita dan berkuasa atas hidup kita. Karena itu, takut akan Tuhan berarti menempatkan Dia sebagai yang terutama, menjadikan kehendak-Nya sebagai pedoman, dan memilih hidup benar sekalipun tidak selalu dihargai manusia. Tentu, takut akan Tuhan bukan berarti merendahkan atau mengabaikan sesama. Kita tetap dipanggil untuk menghormati, menghargai, dan mengasihi setiap orang. Namun kita tidak boleh menjadikan pendapat manusia sebagai kompas utama hidup kita. Kompas hidup kita tetaplah Tuhan dan kebenaran-Nya. Menariknya, Injil hari ini tidak berhenti pada peringatan, tetapi berakhir dengan penghiburan yang sangat indah. Yesus berkata bahwa seekor burung pipit pun tidak dilupakan Allah, bahkan rambut di kepala kita terhitung semuanya. Artinya, Tuhan yang mengenal kita secara sempurna adalah Tuhan yang juga memelihara kita dengan sempurna.
Ia mengetahui setiap perjuangan yang kita hadapi, setiap doa yang belum terjawab, setiap kesedihan yang tidak terlihat, dan setiap harapan yang tersimpan di dalam HATI. Tidak ada detail kehidupan kita yang luput dari perhatian-Nya. Karena itu, kita tidak perlu takut. Kita sangat berharga di mata Tuhan.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, berhentilah menghabiskan energi untuk mempertahankan topeng yang suatu saat pasti akan runtuh. Tuhan tidak membutuhkan citra diri yang kita bangun, tetapi HATI yang jujur dan terbuka di hadapan-Nya. Ia sudah mengenal seluruh hidup kita, mengetahui kelemahan, dosa, kegagalan, bahkan sisi tergelap diri kita, namun Ia tetap mengasihi kita dengan KASIH yang tidak berkesudahan. Karena itu, lepaskan segala bentuk kepura-puraan dan kemunafikan. Hiduplah dalam kejujuran, integritas, dan kebenaran. Hormatilah sesama, tetapi takutlah hanya kepada Tuhan. Jangan jadikan pujian atau penolakan manusia sebagai penentu arah hidupmu. Jadikanlah kehendak Tuhan sebagai pusat setiap pilihan dan keputusanmu. Ingatlah, Tuhan yang menghitung setiap helai rambut di kepalamu adalah Tuhan yang tidak pernah melupakan hidupmu. Jika burung pipit saja diperhatikan-Nya, terlebih lagi engkau yang begitu berharga di mata-Nya. Maka datanglah kepada Tuhan tanpa topeng, tanpa kepura-puraan, dan tanpa rasa takut yang salah. Hiduplah dengan hati yang jujur, karena di sanalah damai sejati ditemukan. Dan ketika kita berani hidup benar di hadapan Tuhan, kita tidak lagi diperbudak oleh penilaian manusia, melainkan dibebaskan oleh kasih Allah yang mengenal dan mengasihi kita sepenuhnya. Amin.

Pertanyaan Refleksi

1. Topeng apa yang masih saya pakai dalam kehidupan saya saat ini?
2. Apakah saya lebih takut pada penilaian manusia daripada kehendak Tuhan?
3. Dalam hal apa saya masih perlu bertumbuh dalam kejujuran dan integritas?
4. Apakah saya sungguh percaya bahwa Tuhan mengenal dan mengasihi saya apa adanya?
5. Langkah konkret apa yang akan saya lakukan untuk hidup lebih jujur dan semakin berkenan di hadapan Tuhan?

Selamat berefleksi🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan yang Mahabaik, Engkau mengenal kami sepenuhnya dan tetap mengasihi kami. Ajarlah kami hidup jujur di hadapan-Mu, lebih takut akan Tuhan daripada manusia, dan selalu percaya pada pemeliharaan-Mu. Amin.