EXPONTT.COM, KUPANG – Batalyon Arhanud 32 Pasgat resmi hadir di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak akhir tahun 2025. Satuan tempur TNI Angkatan Udara ini memiliki peran strategis dalam menjaga wilayah udara di NTT, khususnya melindungi aset vital Lanud El Tari kawasan sekitarnya.
Komandan Batalyon Arhanud 32 Pasgat, Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro, saat Media Gathering di Markas Yonarhanud 32 Pasgat, Penfui, Kupang Rabu, 13 Mei 2026 menyebut, satuannya memiliki peran strategis dalam menjaga wilayah udara di perbatasan laut dengan negara tetangga Australia.
“Kita ini dekat dengan negara tetangga Australia, kalau diukur bentang lautnya itu 500 kilometer, itu jarak yang dekat sekali, untuk itu pertahanan udara harus menjadi concern,” jelas Letkol Pas Tunggul Dwi Asmoro.
Selain menjadi pertahanan batas Negara Kesatuan Republik Indonesia, secara bertahap, pengamanan juga akan diperluas oleh Markas Komando Batalyon Yonarhanud 32 Pasgat untuk 13 bandara di seluruh wilayah NTT.
Secara umum, Batalyon Yonarhanud merupakan satuan elite ini bertugas menghadapi berbagai ancaman udara seperti pesawat musuh, helikopter, rudal hingga senjata drone.
Selain kemampuan pertahanan udara, personel Pasgat juga dibekali kemampuan tempur darat dan mobilitas udara. Prajurit Yonarhanud Pasgat diketahui rutin menjalani latihan terjun statik maupun free fall sebagai bagian dari kesiapan operasi.
Dalam mendukung tugasnya, satuan ini menggunakan sejumlah alutsista pertahanan udara jarak pendek seperti Meriam Oerlikon 35 mm, rudal QW-3, rudal Mistral, serta radar pengawasan udara mobile untuk deteksi dini ancaman udara.
Di wilayah NTT, Yonarhanud 32 Pasgat bertugas dalam operasi pengamanan VVIP, latihan gabungan TNI, hingga misi kemanusiaan saat terjadi bencana alam.(*)




