Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Dua perintah, satu spirit kasih, bagaikan dua sisi mata uang. Sebab, Allah hadir dalam diri sesama manusia. Sebagaimana ungkapan Latin: Ubi Caritas, Deus Ibi Est: Di mana ada Kasih Allah Hadir. Pada hari ini kita memasuki hari Minggu biasa XXX.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 22: 34 – 40, yakni hukum yang terutama. Para saudaraku, ketika seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus tentang perintah yang paling utama, ia sesungguhnya sedang menguji-Nya. Di tengah ratusan perintah dalam Taurat, Yesus memberikan jawaban yang begitu sederhana, namun sekaligus merangkum seluruh inti kehidupan beriman: kasihilah Tuhan, Allahmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Jawaban ini menunjukkan bahwa Yesus tidak sedang menawarkan dua perintah yang terpisah, melainkan satu cara hidup yang digerakkan oleh satu spirit yang sama, yaitu KASIH. Mengasihi Allah dan mengasihi sesama bukanlah dua jalan yang berbeda. Keduanya mengalir dari sumber yang sama, sebab Allah sendiri adalah kasih. Karena itu, KASIH kepada Allah yang tidak diwujudkan dalam KASIH kepada sesama hanyalah kesalehan yang kosong. Sebaliknya, KASIH kepada sesama menemukan makna terdalamnya ketika dilakukan karena melihat Allah yang hadir dalam diri mereka. Gereja sejak awal merumuskan kebenaran ini dalam ungkapan yang sangat indah: Ubi Caritas, Ibi Deus Est : “Di mana ada kasih, di situ Allah hadir.” Kehadiran Allah tidak hanya ditemukan dalam doa, liturgi, atau tempat-tempat suci. Ia juga hadir dalam setiap tindakan kasih yang nyata: ketika kita mendengarkan dengan tulus, mengampuni dengan lapang HATI, menghargai martabat sesama, atau tetap berbuat baik kepada mereka yang sulit kita cintai. Dalam diri setiap orang yang kita jumpai, Allah sedang menantikan kasih kita.
Pesan Injil ini menjadi sangat relevan dalam kehidupan modern. Kita hidup di zaman yang serba cepat, kompetitif, dan sering kali lebih mementingkan citra daripada ketulusan. Tidak jarang kebaikan berubah menjadi transaksi: menolong agar dipuji, memberi agar dihargai, bersikap ramah agar memperoleh keuntungan. KASIH akhirnya diukur dengan manfaat yang diterima. Padahal kasih yang sejati tidak lahir dari perhitungan untung-rugi. KASIH sejati tetap memberi meskipun tidak dibalas, tetap menghormati meskipun berbeda pendapat, dan tetap peduli meskipun tidak selalu dihargai. Di tengah dunia yang semakin individualistis, orang tidak hanya membutuhkan nasihat atau kata-kata indah tentang Allah. Mereka membutuhkan kehadiran orang-orang yang sungguh menghadirkan KASIH Allah dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sikap sabar di tengah tekanan, kepedulian di tengah kesibukan, dan penghargaan terhadap sesama di tengah perbedaan, kita menjadi tanda kehadiran Allah yang nyata. Sebab bagaimana mungkin dunia percaya bahwa Allah adalah kasih jika mereka tidak melihat kasih itu terpancar dari hidup orang-orang yang mengaku percaya kepada-Nya?
Karena itu, dua perintah yang diberikan Yesus bukanlah dua kewajiban yang harus dijalankan secara terpisah. Keduanya adalah satu panggilan hidup: mengasihi Allah melalui sesama dan mengasihi sesama karena Allah. Inilah inti Injil. Inilah satu spirit KASIH yang menghidupkan seluruh hukum dan para nabi.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, sebelum hari ini berakhir, cobalah bertanya kepada diri sendiri: Apakah kehadiranku hari ini membuat orang lain merasakan KASIH Allah atau justru menjauhkannya?
Dunia tidak kekurangan orang yang tampak baik. Dunia merindukan orang yang sungguh mengasihi. Maka jangan hanya menjadi orang yang berbicara tentang kasih, tetapi jadilah KASIH itu sendiri bagi mereka yang Tuhan hadirkan dalam hidupmu hari ini. Ubi Caritas, Ibi Deus Est: Di mana ada KASIH yang tulus, di situ Allah hadir. Biarlah setiap kata, sikap, dan tindakan kita menjadi bukti nyata bahwa Allah sungguh hidup dan bekerja di tengah dunia melalui KASIH yang kita bagikan. Amin.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah saya sungguh mengasihi Tuhan melalui cara saya memperlakukan sesama setiap hari?
2. Siapa orang yang hari ini paling sulit saya kasihi, dan mengapa?
3. Apakah KASIH yang saya berikan selama ini tulus, atau masih mengharapkan balasan dan penghargaan?
Selamat berefleksi…& Selamat berhari Minggu🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yang Maha KASIH, ajarlah kami mengasihi-Mu dengan segenap HATI dan mengasihi sesama dengan tulus. Semoga dalam setiap pikiran, perkataan, dan tindakan kami terpancar satu spirit kasih yang berasal dari-Mu. Amin



