Ia Tidak Akan Berkata-kata Dari Diri-Nya Sendiri

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Roh Kudus selalu menyertai kita. Namun, apakah kita menyadari kehadiran-Nya.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 16: 12 – 15, yakni pekerjaan Penghibur. Para saudaraku, ytk. Yesus tahu murid-murid belum sanggup menanggung seluruh kebenaran. Karena itu Ia berjanji: Roh Kudus akan datang. Dan keistimewaannya adalah ini: Ia tidak berkata dari diri-Nya sendiri, melainkan menyampaikan apa yang diterima-Nya dari Yesus. Di sinilah misteri Tritunggal bersinar. Bapa memberi segala sesuatu kepada Putra; Putra mewahyukan kepada Roh Kudus; Dan Roh Kudus menyampaikan kepada kita. Tidak ada perebutan kuasa, hanya aliran KASIH yang terus menghidupi. Satu Allah, tiga pribadi, masing-masing berbagi peran dalam kesatuan sempurna. Setiap kali Roh berbicara, kita mendengar suara Putra. Setiap kali Putra menyatakan, kita merasakan isi HATI Bapa. Tidak ada jarak, tidak ada distorsi, hanya simfoni KASIH yang mengalir dari takhta Surga ke telinga kita.

Pesan Untuk Kita:

Para saudaraku, dengarkanlah bisikan lembut Roh Kudus. Ia tidak mencari sorotan, tidak berbicara asal bunyi, melainkan setia memuliakan Kristus dan membawa kita masuk ke dalam tarian KASIH Tritunggal. Saat kita membuka HATI, kita tidak hanya mendengar suara Roh Kudus, tetapi juga suara Putra dan Bapa. Itulah kebenaran yang utuh, pesan cinta Allah bagi keselamatan kita.

Pertanyaan Refleksi

1. Bagaimana saya menyadari bahwa setiap bisikan Roh Kudus bukanlah suara pribadi-Nya sendiri, melainkan pesan KASIH dari Bapa melalui Putra?
2. Apa arti kesatuan Bapa, Putra, dan Roh Kudus dalam hidup saya sehari-hari, terutama dalam hal berbagi KASIH tanpa perebutan kuasa?
3. Apakah saya sungguh membuka HATI untuk mendengar kebenaran yang utuh dari Roh, atau justru sering menutup telinga karena lebih memilih suara diri sendiri?

Selamat berefleksi🙏🙏