Lazarus Laiskodat Memorial Cup III Digelar 4 Oktober-8 November 2026

Total Hadiah Rp1,1 Miliar

Konferensi Pers Lazarus Laiskodat Memorial Cup III 2026, Sabtu, 5 September 2026 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Ajang olahraga Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) kembali digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki edisi ketiga, LLMC 2026 akan berlangsung mulai 4 Oktober hingga 8 November 2026 dengan total hadiah mencapai Rp1,1 miliar.

LLMC III 2026 mengusung tema “Semau untuk Semua” dengan subtema “Dengan Prestasi dan Budaya, Semau Bergerak Maju.”

Turnamen sepak bola antarklub dan futsal kategori Sekolah Dasar (SD) tetap menjadi sajian utama. Namun, pada edisi ketiga ini, panitia menambah dua cabang olahraga (cabor), yakni kempo dan tinju.

Selain itu, kompetisi tari kreasi Lingae bagi anak-anak juga akan turut digelar untuk memperkuat unsur budaya dalam penyelenggaraan LLMC.

24 Klub Sepak Bola Bakal Bertanding

Ketua Panitia LLMC III 2026, Bobby Damanik, mengatakan sebanyak 24 klub dari berbagai kabupaten/kota di NTT akan ambil bagian dalam turnamen sepak bola tahun ini.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan LLMC 2025 yang diikuti 16 klub.

Kompetisi akan menggunakan sistem setengah kompetisi dengan format pool.

Berbeda dari tahun sebelumnya, klub peserta LLMC III tidak mendaftar secara mandiri. Panitia justru mengirimkan undangan kepada klub-klub yang telah terverifikasi, memiliki badan hukum, serta terdaftar di asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di masing-masing kabupaten/kota di NTT.

Turnamen ini merupakan ajang yang diprakarsai Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Viktor Laiskodat.

Bermain di Lapangan Rumput Sintetis Standar FIFA

Salah satu hal yang membuat LLMC III 2026 berbeda adalah lokasi pertandingan sepak bola yang akan menggunakan lapangan rumput sintetis baru di Desa Uitao, Pulau Semau.

Lapangan tersebut disiapkan keluarga Laiskodat dan disebut memiliki standar FIFA.

Bobby Damanik menyebut lapangan dengan rumput sintetis serupa hanya terdapat di empat lokasi di Indonesia, salah satunya berada di Pulau Semau.

“Ini akan jadi pertandingan bersejarah, LLMC dimainkan di atas lapangan rumput berstandar FIFA,” ujar Bobby.

LLMC Tinju Jadi Ajang Seleksi Atlet PON

Selain sepak bola, cabang olahraga tinju menjadi salah satu agenda baru dalam LLMC III 2026.

Kompetisi tinju digelar bekerja sama dengan Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) NTT dan akan berlangsung di GOR Flobamora Kupang.

LLMC Tinju tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi dan pencarian prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari penjaringan atlet menuju PON 2028 serta pembibitan petinju untuk menghadapi PON 2032.

Kompetisi ini ditargetkan diikuti petinju dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Perbati NTT sekaligus Ketua Panitia LLMC Cabor Tinju, Hermensen Ballo, mengatakan pihaknya telah mengirimkan undangan kepada pengurus Perbati di seluruh Indonesia.

Diperkirakan lebih dari 300 petinju akan ambil bagian.

“Yang sudah terkonfirmasi ikut serta 12 provinsi dan delapan kabupaten di NTT. Kami harapkan bisa bertambah jadi 20 provinsi,” kata Hermensen.

Kempo Digelar di Kupang

Cabang olahraga kempo juga menjadi bagian baru dalam LLMC III 2026. Kompetisi ini bekerja sama dengan Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) NTT.

Pertandingan akan digelar di area Foodcourt Flothia Kupang dan mempertandingkan tiga kategori, yakni junior, remaja dan dewasa.

Bobby mengatakan pertandingan kempo dan tinju akan dilaksanakan pada 2 November 2026 di Kota Kupang. Sementara rangkaian acara dan partai final akan dipusatkan di Pulau Semau.

“Untuk cabang olahraga kempo dan tinju akan dilaksanakan pada tanggal 2 November dan digelar di Kota Kupang, di Flothia dan GOR Flobamora, dan untuk finalnya semua kegiatan akan dilaksanakan di Pulau Semau,” kata Bobby.

Ia berharap LLMC III tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain muda dan atlet berbakat NTT untuk mengembangkan kemampuan.

Menariknya, seluruh peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran.

“Semua cabor gratis. Ini semangat Pak Viktor Laiskodat dalam membangun olahraga. Jangan sampai prestasi dihalangi oleh biaya,” tegas Bobby.

30 UMKM Ramaikan LLMC

Tak hanya olahraga, penyelenggaraan LLMC 2026 juga diarahkan untuk memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Panitia mencatat sebanyak 30 pelaku UMKM makanan dan jajanan telah mendaftar untuk meramaikan lokasi pertandingan di Pulau Semau. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Bobby berharap kehadiran para pelaku UMKM selama turnamen dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

“Melihat animo masyarakat yang cukup tinggi dan UMKM yang semakin banyak, kami berharap agar pertumbuhan ekonomi bisa meningkat di daerah tersebut, sehingga masyarakat pun mendapatkan dampak ekonomi dari turnamen LLMC,” ujarnya.

Untuk menghibur masyarakat, panitia juga menyiapkan pertunjukan musik dengan menghadirkan sejumlah artis dan penyanyi, seperti pada penyelenggaraan LLMC 2025.

Namun, nama artis yang akan tampil masih dirahasiakan.

“Masih kita kunci dulu, nanti kami publikasikan,” kata Bobby.

Laiskodat Ingin Hidupkan Semangat Olahraga NTT

Perwakilan keluarga Laiskodat, Vito Laiskodat, mengatakan penyelenggaraan LLMC merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat olahraga di NTT.

Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan atlet-atlet muda berbakat dari NTT.

Ia berharap para atlet yang lahir dari kompetisi tersebut nantinya mampu membawa nama NTT ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Tentunya kita akan bangga kalau ada anak-anak NTT yang membawa nama NTT sampai ke tingkat nasional bahkan sampai ke tingkat internasional,” kata Vito.

Menurutnya, anak-anak NTT memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi dan mengembangkan prestasi.

“Itulah harapan kita, untuk menghidupkan olahraga di NTT, untuk bisa lebih dikenal di mata dunia, karena anak-anak NTT juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkompetisi di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya.(*)