251 Riset Masuk KARSA NUSA 2026, BI Dorong Ekonomi NTT Makin Kuat

EXPONTT.COM, KUPANG – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT menggelar Final Conference Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (KARSA NUSA) 2026 di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera”, kegiatan ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha untuk membahas strategi pembangunan ekonomi daerah berbasis riset.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan KARSA NUSA bertujuan mendorong lahirnya riset berkualitas yang menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pembangunan ekonomi NTT.

Pada 2026, KARSA NUSA menghimpun 251 makalah (paper), terdiri dari 182 makalah kategori umum dan 69 makalah kategori mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap berbagai pemikiran yang lahir dari kegiatan ini dapat memperkuat upaya mendorong perekonomian NTT. Hasil penelitian diharapkan menjadi rekomendasi konkret yang dapat dilaksanakan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Adidoyo.

Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah diseminasi riset potensi penerapan Free Trade Zone (FTZ) di NTT yang dilakukan bersama tim peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana.

Riset tersebut membahas peluang pengembangan kawasan perdagangan bebas dengan model yang memadukan pusat logistik, perdagangan lintas batas, dan agroindustri pangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik bertajuk “Menata Masa Depan Ekonomi NTT: Memperkuat Struktur, Menggerakkan Transformasi, Memberdayakan Masyarakat” yang menghadirkan Prof. Zaafri Ananto Husodo dari Universitas Indonesia, Dr. Maxensius Tri Sambodo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta budayawan Pater Dr. David Amfotis, SVD., M.A.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi inisiatif BI dalam memperkuat kajian ekonomi daerah melalui KARSA NUSA. Menurutnya, riset penting untuk membantu pemerintah menentukan prioritas, memahami persoalan, serta merancang program yang tepat sasaran dan terukur.

“Riset membantu pemerintah menentukan prioritas, memahami penyebab persoalan, dan memilih langkah yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya saat menutup KARSA NUSA 2026.

Melalui kegiatan ini, BI dan Pemprov NTT berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha semakin kuat sehingga hasil riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret untuk memperkuat struktur ekonomi serta mendorong pertumbuhan NTT yang inklusif dan berkelanjutan.(*)