EXPONTT.COM, KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2027 sebesar Rp2,4 triliun.
Target tersebut naik Rp3 miliar dari target PAD di tahun 2026 yang disepakati pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp2,1 triliun.
Secara keseluruhan, target pendapatan daerah Provinsi NTT di tahun 2027 ditargetkan sebesar Rp5,21 triliun, terdiri atas PAD Rp2,4 triliun dan pendapatan transfer Rp2,81 triliun.
Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp4,97 triliun dengan surplus anggaran Rp238,48 miliar.
Hal tersebut, disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT, Senin, 19 Oktober 2026 dengan agenda Penyampaian Pengantar Nota Keuangan atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTT Tahun Anggaran 2027.
Rancangan APBD tersebut memprioritaskan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan.
Target peningkatan PAD kata Melki Laka Lena akan dilakukan melalui optimalisasi potensi pendapatan daerah, digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui tata kelola yang transparan dan efektif.
“Peningkatan PAD menjadi keharusan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah,” katanya.
APBD 2027 disusun dengan mengacu pada tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), yakni “Peningkatan Layanan Dasar, Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Perekonomian.”
Tema ini dijabarkan dalam lima prioritas, meliputi peningkatan layanan dasar dan kualitas SDM, transformasi ekonomi berbasis potensi unggulan daerah, pemerataan infrastruktur, penguatan tata kelola dan kapasitas fiskal, serta ketahanan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Gubernur NTT juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pihak swasta untuk memastikan program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, serta tidak tumpang tindih dalam pembiayaan.
Di akhir penyampaiannya, Gubernur Melki menyerahkan Rancangan APBD Provinsi NTT Tahun Anggaran 2027 kepada Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni didampingi Pimpinan dan Jajaran Anggota DPRD untuk dibahas dan disempurnakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.
Pemerintah Provinsi NTT berharap APBD 2027 menjadi instrumen strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)




