Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Hidup ini adalah pilihan. Jika pilihannya masuk surga maka jalannya adalah pertobatan. Jika pilihannya binasa tidak usah bertobat.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Lukas 13: 1 – 9, yakni dosa dan penderitaan. Para saudaraku, mengapa ada orang yang mengalami kemalangan, sementara yang lain tidak? Pertanyaan ini sering muncul dalam HATI manusia. Pada zaman Yesus, orang-orang juga berpikir demikian ketika mendengar kabar tentang orang Galilea yang dibunuh Pilatus dan delapan belas orang yang tewas tertimpa menara Siloam. Mereka menduga para korban itu pasti lebih berdosa daripada yang lain. Namun Yesus menolak cara berpikir tersebut. Ia tidak mengajak orang menilai dosa sesamanya, melainkan memeriksa dirinya sendiri: “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa.” Penderitaan bukanlah ukuran besar kecilnya dosa seseorang. Karena itu, pertanyaan terpenting bukanlah, “Mengapa mereka celaka?” melainkan, “Sudahkah aku bertobat?”
Untuk menegaskan hal itu, Yesus menceritakan perumpamaan tentang pohon ara yang selama tiga tahun tidak berbuah. Sang pemilik ingin menebangnya, tetapi penggarap memohon agar diberi kesempatan satu tahun lagi. Pohon itu akan dicangkul dan dipupuk supaya menghasilkan buah.
Perumpamaan ini menggambarkan kesabaran Tuhan. Ia tidak tinggal diam menunggu perubahan kita, tetapi terus bekerja melalui firman, nasihat, pengalaman hidup, bahkan berbagai pergumulan agar hidup kita berbuah. Namun kesabaran Tuhan bukanlah izin untuk menunda pertobatan. Kesabaran adalah kesempatan, dan kesempatan itu tidak berlangsung selamanya. Di zaman sekarang, banyak orang merasa tidak perlu bertobat. Kita pandai mencari alasan, membenarkan diri, dan merasa cukup karena tidak lebih buruk dari orang lain. Kita sibuk membangun citra diri, tetapi lupa membangun karakter. Kita senang memiliki daun yang rimbun berupa aktivitas dan penampilan religius, padahal Tuhan mencari buah kehidupan. Buah pertobatan terlihat dalam hal-hal sederhana namun nyata: kejujuran ketika tidak ada yang melihat, kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, pengampunan saat hati terluka, kemurahan kepada sesama, dan kesetiaan melakukan yang benar meski tidak dipuji. Karena itu, sabda Yesus hari ini adalah panggilan yang mendesak: bertobatlah sekarang juga. Jangan menunggu sampai kesempatan berlalu. Hari ini Tuhan masih mencangkul dan memupuk tanah hati kita. Hari ini pintu rahmat masih terbuka. Pertanyaannya, jika Tuhan datang mencari buah dalam hidup kita hari ini, apakah Ia akan menemukannya?
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, Tuhan tidak meminta kita menjadi lebih baik daripada orang lain. Tuhan menghendaki kita menjadi pribadi yang terus berubah dan berbuah. Jangan habiskan hidup hanya dengan penampilan yang tampak saleh, tetapi miskin KASIH, kejujuran, dan kerendahan HATI. Kesabaran Tuhan adalah anugerah, bukan alasan untuk menunda pertobatan.
Hari ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan. Jangan sia-siakan. Bertobatlah, hiduplah dalam kasih-Nya, dan hasilkanlah BUAH yang memuliakan Tuhan. Sebab di balik pertobatan ada pengampunan, damai sejati, dan hidup kekal yang dijanjikan-Nya.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah saya sudah sungguh bertobat dari kesalahan-kesalahan saya?
2. Buah kebaikan apa yang sudah saya hasilkan dalam hidup saya?
3. Perubahan apa yang ingin saya lakukan mulai hari ini agar lebih dekat dengan Tuhan?
Selamat berefleksi..& selamat berakhir Pekan🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, terima kasih atas kesabaran dan kasih-Mu yang tidak pernah berhenti menantikan kami. Bukalah hati kami untuk melihat kelemahan diri, berani bertobat, dan menghasilkan buah yang baik dalam hidup sehari-hari. Semoga setiap kesempatan yang Engkau berikan kami gunakan untuk semakin mengasihi-Mu dan sesama. Amin.




