Bank NTT Perkuat Ekonomi Rakyat di Sumba

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus didampingi Komisaris Independen Bank NTT, Prof. Frans Gana menyerahkan KUR secara simbolis kepada jemaat GKS / foto: istimewa
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus didampingi Komisaris Independen Bank NTT, Prof. Frans Gana menyerahkan KUR secara simbolis kepada jemaat GKS / foto: istimewa

EXPONTT.COM, KUPANG – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukan komitmennya sebagai bank rakyat NTT dengan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan modal usaha.

Kembali dipercaya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2026, Bank NTT genjar menggenjot pertumbuhan ekonomi rakyat dengan menyalurkan KUR hingga ke daerah-daerah terpencil di NTT.

Melalui kerja sama dengan Gereja Kristen Sumba (GKS), Bank NTT menyalurkan KUR kepada para kreditur yang merupakan jemaat GKS. Penerima KUR berasal dari Jemaat GKS Kambajawa, Jemaat GKS Tanggamadita, Jemaat GKS Tanalingu, Jemaat GKS Benda, dan Jemaat GKS Kawalung.

Penyerahan KUR Bank NTT dilaksanakan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus di momen spesial saat pembukaan Sidang Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) ke-44 yang berlangsung di GKS Jemaat Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kamis, 2 Juli 2026.

Pembukaan Sidang Sinode GKS ke-44 turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, para kepala daerah se-Daratan Sumba, yakni Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali bersama Wakil Bupati Yonatan Hani, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wula, Wakil Bupati Sumba Tengah Marthinus Umbu Djoka, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, anggota DPR RI, DPRD, serta Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manupputty, serta para peserta sidang terdiri atas seluruh pendeta se-Daratan Sumba serta perwakilan jemaat dan klasis di lingkungan GKS.

Dalam sambutannya, Charlie Paulus menegaskan penyaluran KUR ini merupakan bentuk komitmen Bank NTT sebagai mitra GKS dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Charlie menjelaskan, penyaluran KUR tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sebelumnya telah ditandatangani antara Bank NTT dan Sinode Gereja Kristen Sumba.

Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan Gubernur NTT dalam memperkuat perekonomian daerah melalui percepatan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita harus berterima kasih kepada Pak Gubernur NTT, Pak Melki. Beliau dengan sangat susah payah mengusahakan kita (Bank NTT) bisa menyalurkan KUR dengan plafon Rp350 miliar,” ungkap Charlie Paulus.

Melalui penyaluran KUR, Bank NTT diharapkan dapat membantu jemaat yang memiliki usaha produktif memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga maupun masyarakat.

“Kita tahu KUR itu bunganya sangat murah. Tapi tolong diingat KUR itu bukan donasi. KUR itu pinjaman harus dikasi kembali. Jadi KUR itu memang untuk pembiayaan sektor produktif,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Charlie Paulus mengajak masyarakat untuk terus mendukung Bank NTT sebagai bank milik daerah dengan menyampaikan sapaan dalam bahasa daerah, “Bank NTT Mangun Nda Nyuta Ya,” yang berarti Bank NTT adalah milik kita bersama, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadi nasabah Bank NTT.(*)