Anggur Baru Disimpan Dalam Kantong Kulit Yang Baru

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah Anda termasuk Kantong kulit yang baru atau Kantong kulit yang tua? Kantong kulit yang baru ditandai terbuka tidak kaku dalam cara berpikir. Sebaliknya, kantong kulit yang tua, ditandai kaku, dalam cara berpikir.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Matius 9: 14 – 17, yakni hal berpuasa. Saudara-saudara yang dikasihi Kristus, Yesus pernah berkata: “Anggur baru harus disimpan dalam kantong kulit yang baru.” Sebuah perumpamaan sederhana, tetapi sarat makna. Bayangkan kantong kulit tua yang sudah lama dipakai. Ia kering, kaku, dan tidak lagi lentur. Jika diisi anggur baru yang masih berfermentasi, kantong itu akan robek dan anggur berharga tumpah sia-sia. Kantong tua ini melambangkan cara berpikir yang kaku, fixed mindset, yang menolak perubahan, merasa cukup dengan pola lama, dan menutup diri terhadap karya Allah. Sebaliknya, kantong kulit baru masih lentur dan siap meregang. Ia melambangkan cara berpikir yang terbuka, growth mindset, yang percaya bahwa Tuhan terus bekerja, bahwa kita bisa bertumbuh, belajar, dan berubah. Anggur baru adalah simbol KASIH karunia Allah yang segar setiap hari, yang tidak bisa ditampung oleh HATI yang keras. Dalam hidup masa kini, “kantong tua” tampak ketika kita berkata: “Saya memang begini sejak dulu, tidak bisa berubah,” atau “Sudah terlambat bagi saya untuk belajar hal baru.” Itu adalah bentuk menutup diri terhadap rahmat. Sedangkan “kantong baru” berarti membuka diri: “Saya belum bisa, tetapi Tuhan sanggup memampukan saya.” Di dunia kerja, orang yang kaku akan tertinggal, sementara yang mau belajar akan berkembang. Dalam relasi sosial, kantong baru berarti memberi ruang bagi orang lain untuk berubah. Dalam pelayanan, kantong baru berarti membiarkan Roh Kudus memperbarui cara kita melayani, sehingga pelayanan bukan sekadar rutinitas, melainkan hidup dan penuh sukacita.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, anggur baru adalah KASIH karunia Allah yang segar setiap hari. Jika kita tetap memakai “kantong tua”, berkat itu akan tumpah sia-sia. Tetapi bila kita rela menjadi “kantong baru”, terbuka, lentur, siap diregangkan oleh karya Tuhan, hidup kita akan dipenuhi sukacita dan pertumbuhan. Hari ini, mari kita bertanya dalam hati:
Apakah saya masih menyimpan anggur baru dalam kantong tua yang retak, atau sudah berani menyerahkan diri menjadi kantong baru yang siap dipakai Tuhan?Tuhan tidak pernah selesai berkarya. Ia selalu menyediakan anggur baru. Tugas kita hanyalah menyediakan kantong yang baru, HATI yang siap diperbarui setiap hari.

Pertanyaan Refleksi

1. Adakah keyakinan atau kebiasaan dalam hidup saya yang membuat saya seperti “kantong kulit tua”, kaku, sulit berubah, dan menutup diri terhadap karya Tuhan?
2. Bagaimana saya bisa membuka hati dan pikiran agar menjadi “kantong kulit baru” yang siap menampung kasih karunia Allah yang segar setiap hari?
3. Perubahan praktis apa yang bisa saya lakukan minggu ini untuk membiarkan Tuhan meregangkan kapasitas saya dan menumbuhkan iman saya?

Selamat berefleksi..& selamat berakhir pekan🙏🙏

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Engkau selalu menyediakan anggur baru, KASIH karunia yang segar setiap hari. Jangan biarkan HATI kami tetap menjadi kantong kulit tua yang kaku dan menolak perubahan. Lembutkanlah PIKIRAN dan HATI kami, agar menjadi kantong kulit yang baru, lentur, terbuka, dan siap menampung karya Roh Kudus-Mu. Ajarlah kami untuk percaya bahwa bersama-Mu, kami selalu bisa bertumbuh, belajar, dan berubah. Biarlah hidup kami menjadi wadah yang memuliakan nama-Mu. Amin.