Polres Ende Bawa Semangat Baru bagi Anak-anak Terdampak Gempa

EXPONTT.COM, ENDE – Di tengah trauma pascagempa yang masih dirasakan sebagian warga, senyum anak-anak di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, kembali merekah.

Polres Ende Polda NTT bersama Bhayangkari Cabang Ende menyalurkan bantuan sosial dari Ketua Umum Bhayangkari kepada anak-anak kurang mampu yang terdampak gempa bumi, Jumat, 4 September 2026.

Sebanyak 44 paket bantuan diserahkan kepada anak-anak di Lingkungan Paupanda Atas. Bantuan berupa pakaian sekolah, sepatu dan susu tersebut diharapkan meringankan beban keluarga sekaligus menjaga semangat anak-anak untuk tetap bersekolah.

Penyerahan bantuan dipimpin Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ende. Kedatangan mereka tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga dan anak-anak.

Suasana dibuat lebih ceria melalui yel-yel penyemangat, doa dan pembacaan puisi. Momen tersebut menjadi penguat bagi anak-anak yang masih berusaha bangkit dari trauma bencana.

“Kami membawa bantuan untuk anak-anak kita yang terdampak bencana gempa bumi. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban serta membawa manfaat dan kegembiraan bagi anak-anak di sini,” ujar AKBP Yudhi.

Ia mengatakan, perhatian terhadap anak-anak penting agar mereka tetap memiliki semangat belajar dan menatap masa depan meski berada dalam situasi sulit.

Salah seorang penerima bantuan, Intan Putri Tamrin, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Saya mewakili teman-teman ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan kepada kami. Semoga selalu diberikan kesehatan dan umur panjang,” ucap Intan.

Ketua RW 02 Lingkungan Paupanda Atas, Yasin Latif, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi anak-anak yang masih mengalami trauma akibat gempa.

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat dan membantu masa depan anak-anak kami,” katanya.

Bantuan yang disalurkan terdiri dari 33 pasang pakaian sekolah siswa SMP/SMA, 11 pakaian anak, 11 pasang sepatu sekolah dan dua dos susu kemasan.

Bagi anak-anak Paupanda, bantuan tersebut bukan sekadar pakaian, sepatu dan susu. Di tengah trauma yang belum sepenuhnya hilang, kehadiran Polres Ende dan Bhayangkari menjadi pesan bahwa mereka tidak sendirian.

Sebab, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan.(*)