EXPONTT.COM, KUPANG – Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo mengalokasikan anggaran lebih dari Rp60 miliar untuk pembangunan dan penanganan jalan sepanjang 69 kilometer selama tahun 2026.
Pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah titik di wilayah Kota Kupang dengan menggunakan tiga jenis konstruksi, yakni lapen, beton, dan hotmix.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Yohanes Puu, menjelaskan, dari total panjang jalan yang dikerjakan, konstruksi lapen mencapai 65,4 kilometer, beton sepanjang 764 meter di Jalan Brigjen Iman Budiman atau samping GOR Flobamora, dan hotmix sepanjang 2,3 kilometer.
Pembangunan dan penanganan jalan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi warga.
Di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Kecamatan Alak. Di wilayah tersebut, Pemkot Kupang menganggarkan Rp2,8 miliar untuk menangani dua ruas jalan yang mengalami kerusakan parah, yakni Jalan Oeleta Raya sepanjang 420 meter dan Jalan Tuabata sekitar 200 meter menggunakan konstruksi Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC).
Yohanes mengatakan, penanganan Jalan Tuabata pada tahun 2026 belum mencakup seluruh panjang ruas jalan tersebut. Karena itu, pemerintah berencana mengusulkan anggaran lanjutan pada tahun berikutnya agar pekerjaan dapat dituntaskan secara keseluruhan.
“Nanti di APBD 2027 kita usulkan lagi untuk dikerjakan secara keseluruhan, karena panjang Jalan Tuabata itu sekitar 1,2 kilometer,” jelasnya saat diwawancarai, Kamis, 22 Oktober 2026.
Rencana tersebut diharapkan dapat memastikan penanganan Jalan Tuabata dilakukan secara menyeluruh, mengingat kondisi jalan yang rusak dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.(*)




